RIG COMPONENTS – POWER SYSTEM

Menurut praktik, setiap rig menggunakan diesel internal combustion engines sebagai sumber tenaga utama atau prime mover. Pada mesin diesel, the heat of compression memanaskan campuran antara fuel dan udara di dalam mesin.

Sebuah rig, tergantung ukurannya dan maksimum kedalaman yang bisa dicapai, akan memiliki satu atau lebih prime mover. Rig besar memiliki tiga atau empat, bersama mereka membangkitkan sekitar 3000 atau lebih horsepower. Tentu saja tenaga yang dihasilkan harus dikirimkan ke bagian komponen rig yang lain.

Dua metode yang sering digunakan untuk transmisi tenaga :

· Mechanical Power Transmission – Diesel-mechanical power ditemukan pada sebagian besar rig kecil atau rig model lama. Tenaga yang dihasilkan dikumpulkan; mesinnya terhubung melalui hydraulic couplings atau torque conventers dan dengan chain dan pulleys. Rangkain chain dan pulley ini dikenal sebagai compound karena menghubungkan beberapa mesin bersama-sama sehingga mesin-mesin tersebut dapat digunakan sekaligus. Compound selanjutnya mengirimkan tenaga melalui chain drive tambahan ke hoisting dan lifting equipment.

· Electrical Power Transmission – Diesel-electric power adalah metode yang digunakan paling sering saat ini. Mesin diesel, pada rig darat terletak pada ground level beberpa jauh dari rig, mengontrol altenators besar. Alternator memproduksi AC power yang dikirmkan melalui kabel ke electric switch-and-control gear. Dari sini, sebagian besar degenerated menjadi DC dan dikirimkan melalui kabel ke electric motor yang terpasang langsung pada peralatan bersangkutan.

Diesel electric system memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan mechanical system. Diesel-electric meniadakan semua berat, compund yang rumit dan chain drive. Juga, mesinnya bisa ditempatkan jauh dari rig floor sehingga suara bising mesin berkurang.

Iklan

2 tanggapan untuk “RIG COMPONENTS – POWER SYSTEM

  1. Ya, electric powered aparatus biasanya memang lebih ringkas, lebih ringan dan juga terlihat lebih simpel daripada mechanical powered aparatus walaupun sumber tenaganya sama. Contoh simpelnya seperti jam tangan (arloji), masih ingat arloji automatic di tahun 1970an? Arloji tersebut masih menggunakan sistem mekanik untuk menggerakan arloji tersebut, energi yang didapatkan berasal dari ayunan tangan sang pemakai. Arloji2 tersebut terhitung sangat berat. Bandingkan dengan arloji kinetic masa kini, yang walaupun sama2 energinya bersumber dari ayunan tangan tetapi energi ayunan tersebut sekarang dikonversikan menjadi energi elektrik yang menggerakan jarum2 arlojinya. Energi kinetic masa kini jauh lebih ringan dan juga lebih ringkas komponen2nya! 🙂

  2. mas, mas nya ngerti sprinsip kerjanya electric rig nda? mbo saya dibantu. sama performancenya kalo di bandingkan mechanical rig bagaimana?
    karena yang saya dapet keuntungannya hanya dari segi safety n agronomi..

    andai dibandingkan dengan engine yang sama, untuk electic diesel rig (SCR rig) apa kah HP yang dihaslkan lebih besar?

    thanks mas

    @ Maaf mas, bukan bidang saya otak-atik mesin. Di blog ini, saya cuma memberi gambaran bagian2 rig yang dasar saja. BTW, trims udah mampir. :mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s