AM3THYST

Jangan Takut Gagal, Masih Ada Hari Esok

  • TERIMA KASIH

    Apa kabar? semoga baik2 saja. Senang sekali, anda bisa berkunjung ke blog saya ini. Kritik dan sarannya sangat saya harapkan. Karena akan sangat berguna buat saya untuk membuat blog ini menjadi berarti dan bermakna. Untuk itu, sebelumnya saya ucapkan terima kasih.
  • HASIL PENGEBORAN

  • EKSPLORASI

  • PENGEBORAN DATA

  • DISCLAMER

    Opini yang ditulis dalam blog ini adalah semata-mata opini pribadi saya dan tidak mewakili sikap atau pendapat organisasi atau institusi atau perusahaan yang berkaitan dengan saya langsung maupun tidak langsung. Saya tidak bertanggung jawab atas komentar, trackback dan pingback yang ditulis oleh pihak lain selain saya. Seluruh komentar, trackback dan pingback adalah tanggung jawab masing-masing pemiliknya. Saya akan memberikan informasi yang ada tentang penulis komentar, trackback dan pingback jika diminta secara hukum. Tulisan saya bisa memuat kutipan dari sumber lain. Saya tidak bertanggung jawab atas isi dari kutipan maupun tulisan yang saya kutip secara keseluruhan. Kutipan adalah milik dari pemiliknya masing-masing, dan digunakan dalam blog ini demi kemudahan pembacanya.

Arsip untuk ‘Rig Operational’ Kategori

RIG COMPNENTS – HOISTING SYSTEM

Ditulis oleh pr4s di/pada Desember 13, 2007

Hositing system terdiri dari drawworks (Kadang-kadang disebut Hoist), mast atau derrick, crown block, traveling block dan wire rope (drilling line).

 

The Drawworks

 

Pada dasarnya, drawworks adalah seperti sebuah gulungan besar, terdiri dari sebuah drum yang dililit oleh drilling line. Kemudian drum kecil disebut sand reel dan digunakan untuk perlengkapan downh hole ringan, terletak dibelakang drum utama.

 

Brake utama membantu driller untuk mengontrol pergerakan drill string kebawah atau kedalam sumur (downward). Ketika beban berat diangkat atau diturunkan, main brake digerakkan oleh hydraulics tambahan atau electric brake untuk membantu menyerap momentum yang dihasilkan oleh beban berat tersebut.

 

Drawworks juga memiliki catshaft atau catheads, yang terpasang dan memiliki beberapa shaft, clutches dan chain-and-gear drive untuk perubahan kecepatan dan arah.

 

Satu cathead terpasang pada setiap ujung catshaft, yang kemudian akan terus berputar ketika drawworks mendapatkan tenaga dengan membungkus fiber rope besar (disebut catline) disekitar rotating spool. Anggota kru bisa mengangkat bagian dari peralatan yang hendak dipindahkan disekitar rig floor. Prosedur ini sedikit berbahaya, dan kebanyakan rig saat ini telah dilengkapi dengan air-powered hoist kecil, terpisah dari drawwork yang lebih aman dan mudah digunakan.

 

 

drw

The Blocks and Drilling Line

 

Drilling line terbuat dari wire rope yang berdiameter sekitar 1 sampai 1½ inchi. Wire rope ini sedikit kompleks. Bentuknya seperti orang kebanyakan sebut: kabel, tapi ini didesain khusus untuk mengangkat beban berat di rig.

 

Selama rig-up, drilling line harus dipasang pada hoisting system. Langkah pertama dalam pemasangan drilling line adalah dengan mengambil salah satu ujung line dari supply reel dan mengangkat ujungnya ke ujung paling atas mast atau derrick dimana terletak multiple pulley besar. Beberapa set besar pulley ini disebut crown block. Roda pulley disebut sheaves.

 

Drilling line dipasang melalui crown block sheave dan ditarik kebawah ke rig floor. Pada rig floor, terletak satu set pulley lagi atau sheaves yang disebut traveling block. Disitulah ujung line dilewatkan melalui satu dari sheaves pada traveling block dan ditarik lagi ke atas ke crown block. Disitulah line dilewatkan melalui sheaves pada crown block kemudian pada traveling block dan keatas lagi ke sheaves pada crown block. Proses ini diulang beberapa kali sampai pada jumlah line yang benar, sesuai kebutuhan beban yang akan diangkat (biasanya 8, 10 atau 12).

 

Setelah line terakhir terpasang pada crown block sheaves, ujungnya direndahkan ke rig floor dan dipasang pada drum drawworks. Beberapa gulungan line cukup mengelilingi drum. Bagian drilling line yang bergerak antara drawworks dan crown block disebut fast line – karena line ini bergerak 8-12 kali kecepatan traveling block.

 

Ujung drilling line yang lain, berada pada supply reel disebut dead line, disebut seperti itu karena terpasung dan tidak bergerak. Sebuah device yang disebut deadline anchor dipasang untuk tujuan ini. Sekarang traveling block bisa dinaikkan dari rig floor sampai keatas derrick dengan menggunakan drawworks (menarik line). Untuk merendahkannya, line pada drawworks diulur.

Ditulis dalam Rig Operational | 4 Komentar »

Kepala Burung Papua

Ditulis oleh pr4s di/pada Desember 7, 2007

KasuariFoto ini merupakan foto anak Burung Kasuari. Burung ini unik sekali khas burung dari wilayah timur Indonesia. Salah satu rekan kerja saya mendapatkannya di hutan sekitar area rig site. Menurut beliau, si induk sedang menggiring anak-anaknya mencari makan ketika teman saya ini lewat. Dengan semangat teman saya mengejar anak induk itu. Tak dapat induknya, anaknya pun jadi. Anehnya, anak burung ini cepat sekali jinak. Tak seperti unggas biasanya yang tak bisa nurut dengan manusia, tapi burung ini seperti anjing saja, jinak mengikuti sang majikan baru. Di papua sini, burung semacam itu sudah hal biasa, malah ada penduduk yang memeliharanya seperti halnya memelihara ayam. Ukurannya ktika dewasa cukup besar untuk ukuran unggas kebanyakan. Siap-siap saja mendapat complain dari tetangga, karena si burung dewasa gemar memakan apapun dan melibas apapun yang dilewatinya termasuk pagar kayu dan bambu.

 

Melihat anak Burung Kasuari merupakan salah satu pengalaman menarik saat saya bekerja di Papua. Lokasi kerja saya bertempat di Pulau Salawati, Papua Barat. Pulau ini cukup luas dan berada tepat di kepala burung Pulau Papua. Sebelum menginjakkan kaki di Pulau Salawati, saya harus turun dari Bandar Udara Kota Sorong (Domine Eduard Osok). Kota ini konon merupakan pintu gerbangnya seluruh Papua. Terdiri dari multi etnis dan multi agama disini, dengan komposisi terbesar dari etnis bugis, makasar, maluku dan etnis-etnis lokal. Ada juga penduduk transmigran asal Jawa yang telah berada disini beberapa generasi. Kerukunan antar penduduk cukup baik dan hampir tak pernah ada keributan, sangat berbeda dengan daerah-daerah lain di Indonesia. Gereja dan Masjid bersebelahan dengan rukun dan damai. Kota ini sungguh asri, bersih dan indah, meluas disepanjang pesisir pantai. Bagian belakang kota terdapat bukit-bukit yang cukup curam, tak heran kota ini berkembang memanjang mengikuti bibir pantai. Pantainya hijau biru bersih, ikan-ikan kecil tampak berenang ramai disekitar pelabuhan tempat saya akan menyeberang ke Pulau Salawati. Hanya satu hal yang kurang baik tentang Kota Sorong, yaitu pengidap HIV/AIDS yang cukup tinggi disini. Dianjurkan untuk tidak “JAJAN” sembarangan dan jangan lupa pakai pelindung.

 

 

Penyeberangan melalui pelabuhan Kota Sorong menuju Salawati memakan waktu sekitar dua jam perjalanan, melewati pulau-pulau kecil indah yang tak berpenghuni. Perahu-perahu penduduk setempat tak banyak melintas. Perairan disini benar-benar masih jauh dari jangkauan tangan-tangan manusia. Pelabuhan di Salawati tidak begitu besar, hanya untuk satu atau dua boat saja yang bisa berlabuh. Dari sini, saya harus menumpang mobil dan meneruskan perjalanan sekitar setengah jam untuk sampai di camp. Disini saya merasa sangat takjub, hampir tiga per empat dari Pulau Salawati ini terdiri dari Hutan Sagu. Pohon-pohon Sagu disini tumbuh liar tanpa ada yang menanam. Awalnya saya kira pohon-pohon tersebut sejenis palem-paleman setempat atau kelapa sawit karena bentuknya yang hampir sama. Tapi setelah saya tanya dengan rekan saya yang telah lama berada disini, itu adalah Pohon Sagu. Sungguh, ini benar-benar ladang emas. Sagu yang begini banyak tinggal tunggu panen saja, dibiarkan tumbuh liar tak terkendali. Tak ada yang mengklaim daerah itu, mungkin hanya sebagian kecil saja yang merupakan lahan penduduk lokal. Andai saja ada investor yang mau mendirikan pabrik pengolahan sagu disini, akan meraup keuntungan besar dan bisa membantu meningkatkan kesejahteraan penduduk setempat dengan hasil sagu yang melimpah ruah begini. Setahu saya, penduduk lokal hanya mengolah sagu secara tradisional untuk keperluan sehari-hari mereka. Foto berikut saya ambil disalah satu tempat pengolahan sagu penduduk setempat secara tradisional. Bikin Sagu

Sayang sekali, kunjungan saya kali ini tidak bertepatan dengan musim durian. Jangan sangka kalau durian banyak di pulau sumatera saja. Tahun lalu ketika saya bekerja disini bertepatan dengan musim durian. Sailolof adalah perkampungan kecil disalah satu sudut Pulau Salawati ini yang penduduknya menanam Pohon Durian. Mereka bukan penduduk asli pulau ini. Menurut pengakuan mereka, nenek moyang mereka yang berasal dari Maluku telah datang dan mendiami pulau ini cukup lama dan telah menanam banyak sekali Pohon Durian. Pernahkah terbayangkan berada di hutan durian yang dipenuhi dengan buah durian bergelantungan dimana-mana, dan terkadang terdengar bunyi booom keras pertanda ada durian jatuh. Menurut penduduk setempat, tak perlu takut jalan dibawah buah-buah matang tersebut jika hati kita bersih. Hanya orang sial dan celaka saja yang bisa tertimpa durian jatuh dan dipastikan orang itu berhati busuk. Percaya atau tidak, terserah anda yang menilai. Penduduk disini sangat ramah, mereka akan menyuguhkan hasil kebun mereka untuk disantap. Tak usah khawatir berapa yang harus kita bayar untuk durian yang mereka suguhkan. Semua gratis. Makan sepuasnya. Tapi tetap, sebagai rasa terimakasih kita harus memberi mereka uang. Dengan uang tiga puluh ribu saja kita akan diberi bonus oleh-oleh durian sekarung. Sanggupkah menghabiskan begitu banyak durian?

 

Siang itu panas sekali, saat saya memluai pekerjaan disini. Bukan rig drilling yang saya jumpai melainkan rig kecil untuk keperluan workover atau well service. Tak begitu banyak pekerjaan di rig kecil seperti ini. Aktivitasnya pun tak sesibuk rig drilling. Sumur yang sudah memproduksi minyak pada saat-saat tertentu perlu juga diservis agar produksinya selalu prima. Bentuk sumur seperti ini sudah jadi, dalam arti bentuknya sudah cantik siap digunakan. Tak banyak perlakuan terhadap sumur produksi, berbeda dengan sumur explorasi, oleh karenanya rig kecil saja sudah cukup. Pekerjaan utama men-service sumur tak lepas dari bersih-bersih lubang yang terdiri dari pengangkatan pipa tubing, mengeluarkan pompa dan motor dari dalam sumur dan membersihkannya. Jika pompa dan motor rusak, biasanya akan diganti dengan yang baru dan kemudian dimasukkan lagi ke dalam sumur untuk memproduksi minyak kembali. Atau jika produksi minyak menurun, akan dilakukan kegiatan swab atau dalam bahasa sederhananya menyedot minyak didalam formasi batuan agar lebih mudah dan lebih banyak minyak yang mengalir ke dalam sumur. Dan masih ada beberapa pekerjaan lagi dalam workover atau well service tergantung kebutuhan.

Hutan Sagu

 

Pada saat kru kami selesai men-setting peralatan saat ini, aktivitas rig sedang mencabut tubing dari dalam sumur. Sialnya, dua buah pompa, motor, protector dan gas separator tertinggal di dalam sumur. Terpaksa dilakukan pekerjaan fishing untuk mengangkat alat-alat tersebut. Pekerjaan fishing cukup sulit karena tidak diketahui keadaan di bawah sana seperti apa. Bisa saja hanya satu pompa yang berhasil diangkat, sebagian, atau bisa juga semuanya. Tergantung keberuntungan juga. Pekerjaan fishing ini bisa memakan waktu berhari-hari lamanya.

 

Ada beberapa hal yang merepotkan ketika bekerja di rig darat seperti ini. Jika hujan tiba, bersiaplah bergelut dengan Lumpur. Kondisi tanah disekitar rig tidaklah padu, apalagi ketika dilewati oleh truck-truck besar, forklift ataupun crane. Diperlukan sepatu khusus untuk melintasi daerah-daerah berlumpur ini, jika tidak sepatu biasa pastilah rusak akibat korban Lumpur. Dirt Disaster.

 

Kembali ke Kota Sorong. Jika anda berminat untuk tinggal di kota ini, anda bisa mencobanya. Kota ini tidak seudik yang dibayangkan. Saya tekejut ketika tahu bahwa tingkat kehidupan penduduknya cukup tinggi. Murid sekolah menengah saja ber-HP Nokia N-95. Hand phone Nokia E-90 Communicator yang berharga masih empat belas jutaan sudah hal biasa disini. Tak ada orang yang mau menggunakan hand phone seharga dibawah satu jutaan. Tukang ojeg saja memiliki hand phone yang cukup bagus. Sarana-sarana umum juga sudah cukup memadai. Ini cerminan bahwa tingkat kesejahteraan masyarakat kota ini sudah baik. Anda tertarik untuk tinggal atau memulai bisnis di Sorong? Silahkan mencoba.

Ditulis dalam Journey, Rig Operational | 8 Komentar »

RIG COMPONENTS – POWER SYSTEM

Ditulis oleh pr4s di/pada Desember 7, 2007

Menurut praktik, setiap rig menggunakan diesel internal combustion engines sebagai sumber tenaga utama atau prime mover. Pada mesin diesel, the heat of compression memanaskan campuran antara fuel dan udara di dalam mesin.

Sebuah rig, tergantung ukurannya dan maksimum kedalaman yang bisa dicapai, akan memiliki satu atau lebih prime mover. Rig besar memiliki tiga atau empat, bersama mereka membangkitkan sekitar 3000 atau lebih horsepower. Tentu saja tenaga yang dihasilkan harus dikirimkan ke bagian komponen rig yang lain.

Dua metode yang sering digunakan untuk transmisi tenaga :

 

· Mechanical Power Transmission – Diesel-mechanical power ditemukan pada sebagian besar rig kecil atau rig model lama. Tenaga yang dihasilkan dikumpulkan; mesinnya terhubung melalui hydraulic couplings atau torque conventers dan dengan chain dan pulleys. Rangkain chain dan pulley ini dikenal sebagai compound karena menghubungkan beberapa mesin bersama-sama sehingga mesin-mesin tersebut dapat digunakan sekaligus. Compound selanjutnya mengirimkan tenaga melalui chain drive tambahan ke hoisting dan lifting equipment.

· Electrical Power Transmission – Diesel-electric power adalah metode yang digunakan paling sering saat ini. Mesin diesel, pada rig darat terletak pada ground level beberpa jauh dari rig, mengontrol altenators besar. Alternator memproduksi AC power yang dikirmkan melalui kabel ke electric switch-and-control gear. Dari sini, sebagian besar degenerated menjadi DC dan dikirimkan melalui kabel ke electric motor yang terpasang langsung pada peralatan bersangkutan.

Diesel electric system memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan mechanical system. Diesel-electric meniadakan semua berat, compund yang rumit dan chain drive. Juga, mesinnya bisa ditempatkan jauh dari rig floor sehingga suara bising mesin berkurang.

Ditulis dalam Rig Operational | 2 Komentar »

Suka Duka Di Lokasi Geothermal

Ditulis oleh pr4s di/pada Desember 7, 2007

Geothermal Rig

Sudah beberapa lama saya tidak menulis di blog ini, hal itu dikarenakan penugasan saya yang berpindah-pindah. Setelah di Laut Timor, saya diberi tugas untuk bekerja di area Gunung Salak, Sukabumi. Di tempat ini sayangnya tidak ada akses internet, yah mungkin karena kontrak dengan client yang tidak menyediakan akses internet.

Perjalanan dimulai dari Jakarta menuju Sukabumi melalui tol Jagorawi kemudian keluar di pintu tol Ciawi. Kemudian jalan akan semakin menyempit begitu keluar dari jalan utama Sukabumi. Saya lupa nama desa yang saya lalui, yang saya ingat penduduk di kawasan itu berkebun teh. Sungguh indah hamparan hijau perkebunan teh di area pegunungan. Saya fikir tempat ini cukup unik, beberapa sinetron atau film mungkin pernah syuting di tempat ini. Selain kebun teh yang indah, disini juga ada pabrik pengolahan teh yang sangat tua terbukti dengan adanya beberapa tulisan dalam bahasa Belanda, cocok buat syuting film horror. Sayang saya kurang memperhatikan detail-detail tempat ini, karena bukan itu tujuan saya kesini.

Lepas dari kebun teh perjalanan kemudian memasuki hutan konservasi dimana terletak area operasi salah satu operator minyak di Indonesia. Tapi kali ini sang operator tidak mencari minyak bumi melainkan panas bumi alias geothermal. Uap dari hasil tungku pemanas alami bumi ini berguna sebagai pembangkit tenaga listrik. Sekitar 20 tahun lalu, bisnis panas bumi dianggap tidak cukup menguntungkan. Tetapi saat ini begitu krisis energi mulai merebak dan kebutuhan energi listrik semakin meningkat, bisnis ini mulai dilirik. Uap panas dijual dan ditampung di dua power plant yang dikelola oleh Indonesia Power. Uap dialirkan melalui pipa-pipa yang bentuknya sedikit berbeda dengan pipa minyak. Pipa uap diberi lapisan terluar yang tahan terhadap panas, sehingga pipa tidak menyebarkan panas ke area sekitarnya.

Geothermal merupakan panas yang dihasilkan bumi. Geo berarti bumi, sedangkan thermal berarti panas. Prinsip dasarnya sederhana saja, daerah yang berada disekitar gunung berapi bisa dipastikan terdapat potensi panas bumi. Lalu muncul pertanyaan, mengapa di gunung? Gunung terbentuk akibat dari pergerakan lempeng bumi (plate tectonic) yang menyebabkan keluarnya magma dari perut bumi. Magma inilah yang menjadi tungku alaminya. Sama seperti kita memasak air, ketika air mendidih akan menghasilkan uap. Disekitar gunung berapi, magma tetap ada dekat dengan permukaan, sehingga bisa dicapai dengan mengebornya. Tetapi dalam pengeboran geothermal, bukan magmanya yang dicari, tapi uapnya. Jadi cukup mengebor sampai kedalaman tertentu hingga mencapai area berongga tempat air dipanaskan.

Konsep pengeboran pada geothermal sangat berbeda dengan pengeboran minyak bumi. Pada minyak bumi, pengeboran dilakukan untuk mencari lapisan batuan yang mengandung minyak bumi, seperti lapisan batuan yang diibaratkan sponge yang berisi minyak. Pada geothermal justru mencari rongga-rongga (crack). Pada pengeboran minyak bumi, crack seperti ini justru dihindari, karena akan menyebabkan hilangnya Lumpur bor ke dalam formasi batuan. Ini dapat merusak formasi batuan sekitarnya. Jadi prinsip-prinsip dasar pengeboran pada minyak bumi tidak dapat diterapkan sepenuhnya pada pengeboran geothermal.

Geothermal

Bekerja pada lokasi geothermal sebenarnya sangat menyenangkan. Setiap hari saya bisa menghirup udara segar pegunungan, memandang pemandangan yang indah-indah seperti bukit dan lembah hijau di kejauhan, hijaunya hutan disekitar membuat sejuk mata memandang serta berbagai macam burung dan kicauannya yang merdu. Terkadang jika beruntung, saya bisa juga melihat sekumpulan monyet-monyet bergelantungan di dahan pohon. Menurut beberapa awak yang pernah melakukan pengeboran sumur jauh di dalam hutan, mereka pernah melihat harimau juga. Tapi sampai saat ini, saya belum pernah menyaksikan harimau seperti yang diceritakan awak pengeboran tersebut. Semua kesenangan itu bisa saya nikmati setiap hari jika saya bekerja shift siang. Jika bekerja malam hari, duka menghampiri. Mulai dari temperatur udara yang ampun dinginnya, satu lapis baju saja tak kan sanggup mengusir beku, ancaman binatang buas sampai makhluk halus yang selalu menemani. Just kidding.

Secara keseluruhan, lebih banyak hal-hal menyenangkan disini dari pada yang menyedihkan. Ada sekitar dua tempat pengeboran geothermal yang serupa saat ini. Satu lagi berada di Gunung Darajat sekitar Garut. Cukup lama juga saya bekerja di Gunung Darajat, sekitar enam bulan, yang kemudian akhirnya saya berkelana ke Laut Timor. Memang bisnis geothermal sekarang sedang menggeliat di beberapa tempat di Indonesia. Menurut rencana, ada beberapa lokasi yang akan dikembangkan potensi geothermalnya seperti di Gunung Tangkuban Perahu, Gunung Tampomas, Gunung Bromo, dan lain-lain.

Ditulis dalam Journey, Rig Operational | 8 Komentar »

RIG COMPONENTS – MAST & SUBSTRUCTURE

Ditulis oleh pr4s di/pada Desember 7, 2007

Setelah contractor mendapatkan rig yang sesuai dan membawanya ke area site, langkah berikutnya adalah merangkai rig menjadi satu sehingga proses drilling dapat berlangsung. Proses ini diberi istilah sebagai “rigging up”.

Untuk Land Rig, yang pertama adalah substructure – metal penyangga utama yang berada paling bawah diatas tanah dimana lobang sumur berada – dibawa dan dirangkai. Substructure akan menopang mast atau derrick, beberapa pipa untuk mengebor sumur, serta mesin hoisting dan rotating. Terkadang, tergantung desainnya, engine untuk memberi tenaga pada mesin-mesin rig juga merupakan bagian dari substructure.

Derrick01
Setelah substructure berada pada tempatnya dan telah terangkai, power system sudah berada pada posisinya, langkah berikutnya adalah mengangkat mast atau derrick berdiri diatasnya. Derrick adalah structure yang berbentuk menara atau tower yang dirangkai bagian demi bagian menjadi satu, membutuhkan kru rig untuk merangkainya dengan baut-baut.

Sedangkan mast dirangkai pada suatu tempat dimana ia diproduksi pertama kali dan tak akan dibongkar pasang lagi. Sifatnya portable. Kebanyakan istilah mast dan derrick merupakan istilah yang digunakan untuk benda yang sama, padahal tidak demikian. Sebagaian besar rig-rig modern telah dilengkapi dengan mast, walaupun beberapa rig khususnya offshore platform masih memiliki standard derrick.

Mast akan mensupport dan menopang semua peralatan hoisting, tapi juga memiliki fungsi penting sebagai rack penyedia tempat untuk drill pipe (DP). Secara periodik selama drilling, sebuah string (rangkaian drill pipe) akan diangkat (tripped) untuk mengganti bit atau untuk tujuan lain. Proses ini akan berlangsung lebih cepat jika tidak perlu melepas seluruh bagian string yang keluar dari lubang.

Panjang derrick atau mast tergantung pada berapa banyak (joints) drill pipe yang akan ditegakkan secara vertical. Biasanya derrick atau mast berukuran double ( satu stand = dua joint DP dirangkai jadi satu ) atau triple ( satu stand = tiga joint DP ).

Mast dan derrick harus kuat dan portable. Pertimbangannya jika mengebor pada satuderrick-2 sumur dalam, berat rangkaian drill string bisa berbobot sampai 250 ton (500.000 pounds). Tidak hanya itu, setelah menyelesaikan satu sumur, rig akan dipindahkan berkilo-kilo meter jauhnya untuk memulai mengebor sumur baru.

Pabrikan yang memproduksi mast dan derrick biasanya memberi rate terhadap produknya untuk kekuatan vertical load dan wind load. Kapasitas mast dan derrick memiliki vertical load bervariasi mulai dari 0.25 juta sampai 1.5 juta API pounds. Sebagian besar mast dan derrick sanggup menahan hempasan angin sekitar 140 sampai 200 km/hr (sekitar 100 sampai 130 mph).

Sementara itu, proses rigging up lain tetap berlanjut. Steel pits (mud tank) dimana drilling fluid akan diletakkan – diposisikan dan dihubungkan menjadi satu. Para kru memasang walkways dan tangga-tangga. Perlengkapan tambahan seperti electric power, compressed air dan air dipasang untuk kepentingan operasi.

Ditulis dalam Rig Operational | 2 Komentar »

Apakah Engkau Telah Hadir Semalam ; Lailatul Qadar

Ditulis oleh pr4s di/pada Oktober 9, 2007

Sunrise Semalam atau kemarin saya benar-benar mengalami hari penuh dengan peristiwa menarik. Apakah ini ada hubungannya dengan hal spiritual atau hanya peristiwa biasa saja, saya tidak tau. Saya hanya akan bercerita apa yang saya alami ini. Pembaca sekalian yang akan menilai ada apa sebenarnya.

Pagi itu indah sekali. Tak sengaja saya mendapati langit begitu indah. Matahari terbit di ufuk timur bersinar lembut kemerahan. Tak ada objek apapun yang menghalanginya muncul diatas horizon, hanya air laut saja yang tampak. Subhanallah indah sekali. Pagi itu juga laut serasa hening, senyap dan tenang. Tak ada angin dan ombak. Riak air laut tenang sekali, tak seperti biasanya ganas menggelora. Biru, begitu birunya seakan hendak memberitahukan kepada siapa saja bahwa ia sangatlah dalam penuh dengan misteri. Awan pun tak tampak menebal, tipis menghiasi langit pagi biru bersemu merah. Ada apakah gerangan? Apakah ini yang dinamakan tanda-tanda turunnya Lailatul Qadar? Semalam, oh subhanallah. Apa yang telah kuperbuat semalam? Tak ada.

Mengutip dari beberapa blog yang membahas tentang Lailatul Qadar, disni, disini dan disini. Bahwa kemunculan Lailatul Qadar adalah pada malam ganjil sepuluh hari terakhir Ramadhan dan seperti hadist berikut :

Pada malam Laylatul Qadar itu tidak panas & tidak dingin, tidak
berawan dan tidak hujan dan tidak berangin, tidak juga terang dg bintang2,
tanda di pagi harinya adalah Matahari terbit bercahaya lembut
.” (HR
As-Suyuthi dlm Jami’ Shaghir, di-shahih-kan oleh Albani dlm Shahihul Jami’,
XX/175, no. 9603)

Memang sejak semalam hingga pagi ini saya merasakan hening sekali. Tak panas dan tak dingin, tak ada angin dan tak ada ombak. Hanya hening, hening, hening. Ah alangkah meruginya, semalam tidak melakukan apa-apa selain bekerja. Jika memang benar semalam Lailatul Qadar turun, pasti sangatlah banyak rahmat dan berkat dan beribu kebaikan. Ah sudahlah, belum jodoh kali. Semua itu rahasia Allah, belum tentu juga malam itu Lailatul Qadar turun, bisa jadi besok atau kapan. Tak ada manusia yang tau.

Saya merasa tak ingin melewatkan moment indah dipagi itu. Saya ambil kamera handphone saya untuk mengabadikan pagi itu. Inilah hasil jepretannya. Bandingkan dengan foto sunrise di hari lain pada foto di bagian akhir post ini.

Setelah matahari jauh terbit, penyiksaan dimulai. Kebetulan saya kebagian untuk mengurus sample core pada saat itu. Dari pagi sampai tengah hari saya sibuk mengurusi sample ini. Dari memberi label sampai mengangkat core tube yang minta ampun beratnya. Mana lagi matahari bersinar terik siang itu. Dalam kesempatan lain saya sempatkan untuk melihat suasana laut saat itu. Yah laut masih tenang, langitpun cerah tak berawan. Saya melihat banyak sekali ikan-ikan yang mempir ke permukaan menyongsong cerahnya sinar matahari. Tak seperti biasanya, saya membatin.

 

Fish

Jernih air laut ditimpa sinar matahari dan arusnya yang tenang membuat saya bisa melihat beberapa meter kedalaman laut itu. Subhanallah, indah sekali ikan-ikan itu. Saya coba mengabadikannya, tapi ternyata kamera saya tidak cukup professional untuk mendapatkan hasil jepretan yang bagus. Coba liaht baik-baik, kelihatan tidak ikannya?Sunrise2

Jam 12 siang menjelang, bersamaan dengan usainya pekerjaan saya mengurusi core. Oh ya, core adalah contoh sample batuan yang berbentuk silinder yang diambil dari dalam sumur pada kedalaman tertentu. Bisa bermeter-meter panjangnya. Untuk memudahkan pengangkatan, core ini dipotong-potong satu meter satu meter. Benar-benar berasa puasa hari itu, kerja berat plus dijemur dibawah terik sinar matahari. Lengkap sudah penderitaan.

Dua hari lagi saya akan meninggalkan tempat ini untuk berkumpul dengan sanak keluarga yang telah menanti jauh disana. Ah tak sabar rasanya ingin pulang. Tapi aneh, ketika hendak pulang, timbul rasa sayang pada tempat ini. Bergaul selama sebulan dengan orang-orang disini telah menumbuhkan rasa kekeluargaan. Saya merasa mereka juga saudara-saudara saya. Tak apalah, jika umur panjang, kita akan bertemu kembali, bekerja dan bercanda bersama. Sampai jumpa lagi sobat.

Ditulis dalam Islam, Rig Operational | 9 Komentar »

Masih Adakah Jiwa Besar diantara Kita ?

Ditulis oleh pr4s di/pada September 29, 2007

Fairus

Tak sengaja, malam itu saya sengaja berselancar di dunia maya mencari sesuatu untuk pencerahan sambil sesekali melihat siapa saja yang sedang online di Yahoo Messenger. Saya masih berada di rig site saat itu. Asyik berselancar di google, tiba-tiba muncul pop up kecil di sudut kanan bawah layar komputer saya sebuah tanda yang memberitahukan bahwa salah seorang kenalan saya sedang online. Oh ternyata sahabat saya yang sedang berlibur, ikut online.

Sahabat saya biasa dipanggil Fairus. Kami bekerja pada perusahaan yang sama. Kebetulan dia sedang libur di Jakarta. Tapi hari liburnya ini tidaklah bisa digunakan 100% untuk berlibur. Perusahaan saya telah memberikan tugas belajar kepada sahabat saya ini ke Negeri Singa selama dua minggu. Sepertinya dia senang sekali berada di negeri itu. Ya saya juga tau, negeri itu memang menyenangkan. Tata kota yang rapi dan teratur, masyarakat yang berdisiplin, tak ada macet, cuaca yang ramah dan tak ada polusi. Negeri ini memang menjadi daya tarik wisata bagi orang-orang yang berada di negara-negara asia tenggara. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Journey, Rig Operational | 7 Komentar »

CONTRACTORS AND WELLSITE PERSONNEL

Ditulis oleh pr4s di/pada September 24, 2007

Setelah memilih blok penambangan minyak, operator minyak kemudian akan menentukan jenis rig yang sesuai dengan area pengeboran. Drilling rig adalah rakitan alat-alat, mesin dan perlengkapan lain yang digunakan untuk mengebor sumur minyak atau gas. Drilling contractors menyuplai dan menyediakan drilling rig dan personel untuk mengoperasikannya. Kemudian perusahaan operator membayar sebanyak jumlah hari rig tersebut digunakan (day-rate contract), atau sepanjang kedalaman sumur yang akan dicapai (footage contract)

Tugas utama drilling contractor adalah untuk mengebor hingga kedalaman tertentu dan melakukan pekerjaan khusus yang ditentukan oleh perusahaan operator. Biasanya, perusahaan operator menawarkan tender kepada beberapa contractors (bid list). Contractor yang memenuhi standar perlengkapan, peralatan dan track record yang baik, serta harga yang sesuai akan terpilih. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Rig Operational | 3 Komentar »