AM3THYST

Jangan Takut Gagal, Masih Ada Hari Esok

  • TERIMA KASIH

    Apa kabar? semoga baik2 saja. Senang sekali, anda bisa berkunjung ke blog saya ini. Kritik dan sarannya sangat saya harapkan. Karena akan sangat berguna buat saya untuk membuat blog ini menjadi berarti dan bermakna. Untuk itu, sebelumnya saya ucapkan terima kasih.
  • HASIL PENGEBORAN

  • EKSPLORASI

  • PENGEBORAN DATA

  • DISCLAMER

    Opini yang ditulis dalam blog ini adalah semata-mata opini pribadi saya dan tidak mewakili sikap atau pendapat organisasi atau institusi atau perusahaan yang berkaitan dengan saya langsung maupun tidak langsung. Saya tidak bertanggung jawab atas komentar, trackback dan pingback yang ditulis oleh pihak lain selain saya. Seluruh komentar, trackback dan pingback adalah tanggung jawab masing-masing pemiliknya. Saya akan memberikan informasi yang ada tentang penulis komentar, trackback dan pingback jika diminta secara hukum. Tulisan saya bisa memuat kutipan dari sumber lain. Saya tidak bertanggung jawab atas isi dari kutipan maupun tulisan yang saya kutip secara keseluruhan. Kutipan adalah milik dari pemiliknya masing-masing, dan digunakan dalam blog ini demi kemudahan pembacanya.

Arsip untuk ‘Islam’ Kategori

Qurban

Ditulis oleh pr4s di/pada Desember 20, 2007

Fajr

Tak terdengar takbir disini.

 

Tak ada Hewan kurban disini.

 

Semua sibuk bekerja mencari nafkah.

 

Apakah mereka sengaja atau terpaksa?

Pagi ini saya tidak bisa ikut melaksanakan sholat idul adha dikarenakan sedang bertugas. Sedih rasanya.

Awalnya saya tidak mengira akan diadakannya sholat ied di tempat ini. Lihat saja tempat ini, penuh dengan mesin-mesin dan sedikit ruang terbuka. Tapi akhirnya saya salut juga karena ternyata ada orang yang bisa mengusahakan tempat dan izin sehingga bisa terlaksananya sholat ied. Tempat dilaksanakannya sholat itu berada di bagian Heli pad (Landasan Helikopter). Ya, tempat ini memang cukup luas menampung jamaah.

Saya tidak tau persis apa yang terjadi di Heli pad pada saat sholat ied berlangsung, karena saya tak hadir. Sungguh sayang sekali…… Mereka yang sedang off-duty jelas bisa menghadiri dan melaksanakan hajat tersebut. Sholat ied dilaksanakan cukup singkat, mungkin sekitar 30 menit saja. Ada kotbah atau tidak, saya tak tau. Tetapi kalau dilihat dari foto dibawah, sepertinya ada kotbah dadakan.

Aneh sekali, saya tidak mendengar kumandang takbir sama sekali. Apa karena tempat saya bekerja saat itu, berada di dekat mesin yang bising sampai2 tidak mendengarnya atau memang sengaja tidak dikumandangkan? Hewan kurban-pun tak tampak sama sekali. Di tempat seperti ini mustahil membawa hewan kurban dan menyembelihnya.

Saya tidak bisa merasakan suasana Lebaran Idul Adha sama sekali disini. Hanya bisa membayangkan sanak saudara dan handai taulan nun jauh disana.

Idul Qurban

Ditulis dalam Gado-Gado, Islam | 14 Komentar »

Apakah Engkau Telah Hadir Semalam ; Lailatul Qadar

Ditulis oleh pr4s di/pada Oktober 9, 2007

Sunrise Semalam atau kemarin saya benar-benar mengalami hari penuh dengan peristiwa menarik. Apakah ini ada hubungannya dengan hal spiritual atau hanya peristiwa biasa saja, saya tidak tau. Saya hanya akan bercerita apa yang saya alami ini. Pembaca sekalian yang akan menilai ada apa sebenarnya.

Pagi itu indah sekali. Tak sengaja saya mendapati langit begitu indah. Matahari terbit di ufuk timur bersinar lembut kemerahan. Tak ada objek apapun yang menghalanginya muncul diatas horizon, hanya air laut saja yang tampak. Subhanallah indah sekali. Pagi itu juga laut serasa hening, senyap dan tenang. Tak ada angin dan ombak. Riak air laut tenang sekali, tak seperti biasanya ganas menggelora. Biru, begitu birunya seakan hendak memberitahukan kepada siapa saja bahwa ia sangatlah dalam penuh dengan misteri. Awan pun tak tampak menebal, tipis menghiasi langit pagi biru bersemu merah. Ada apakah gerangan? Apakah ini yang dinamakan tanda-tanda turunnya Lailatul Qadar? Semalam, oh subhanallah. Apa yang telah kuperbuat semalam? Tak ada.

Mengutip dari beberapa blog yang membahas tentang Lailatul Qadar, disni, disini dan disini. Bahwa kemunculan Lailatul Qadar adalah pada malam ganjil sepuluh hari terakhir Ramadhan dan seperti hadist berikut :

Pada malam Laylatul Qadar itu tidak panas & tidak dingin, tidak
berawan dan tidak hujan dan tidak berangin, tidak juga terang dg bintang2,
tanda di pagi harinya adalah Matahari terbit bercahaya lembut
.” (HR
As-Suyuthi dlm Jami’ Shaghir, di-shahih-kan oleh Albani dlm Shahihul Jami’,
XX/175, no. 9603)

Memang sejak semalam hingga pagi ini saya merasakan hening sekali. Tak panas dan tak dingin, tak ada angin dan tak ada ombak. Hanya hening, hening, hening. Ah alangkah meruginya, semalam tidak melakukan apa-apa selain bekerja. Jika memang benar semalam Lailatul Qadar turun, pasti sangatlah banyak rahmat dan berkat dan beribu kebaikan. Ah sudahlah, belum jodoh kali. Semua itu rahasia Allah, belum tentu juga malam itu Lailatul Qadar turun, bisa jadi besok atau kapan. Tak ada manusia yang tau.

Saya merasa tak ingin melewatkan moment indah dipagi itu. Saya ambil kamera handphone saya untuk mengabadikan pagi itu. Inilah hasil jepretannya. Bandingkan dengan foto sunrise di hari lain pada foto di bagian akhir post ini.

Setelah matahari jauh terbit, penyiksaan dimulai. Kebetulan saya kebagian untuk mengurus sample core pada saat itu. Dari pagi sampai tengah hari saya sibuk mengurusi sample ini. Dari memberi label sampai mengangkat core tube yang minta ampun beratnya. Mana lagi matahari bersinar terik siang itu. Dalam kesempatan lain saya sempatkan untuk melihat suasana laut saat itu. Yah laut masih tenang, langitpun cerah tak berawan. Saya melihat banyak sekali ikan-ikan yang mempir ke permukaan menyongsong cerahnya sinar matahari. Tak seperti biasanya, saya membatin.

 

Fish

Jernih air laut ditimpa sinar matahari dan arusnya yang tenang membuat saya bisa melihat beberapa meter kedalaman laut itu. Subhanallah, indah sekali ikan-ikan itu. Saya coba mengabadikannya, tapi ternyata kamera saya tidak cukup professional untuk mendapatkan hasil jepretan yang bagus. Coba liaht baik-baik, kelihatan tidak ikannya?Sunrise2

Jam 12 siang menjelang, bersamaan dengan usainya pekerjaan saya mengurusi core. Oh ya, core adalah contoh sample batuan yang berbentuk silinder yang diambil dari dalam sumur pada kedalaman tertentu. Bisa bermeter-meter panjangnya. Untuk memudahkan pengangkatan, core ini dipotong-potong satu meter satu meter. Benar-benar berasa puasa hari itu, kerja berat plus dijemur dibawah terik sinar matahari. Lengkap sudah penderitaan.

Dua hari lagi saya akan meninggalkan tempat ini untuk berkumpul dengan sanak keluarga yang telah menanti jauh disana. Ah tak sabar rasanya ingin pulang. Tapi aneh, ketika hendak pulang, timbul rasa sayang pada tempat ini. Bergaul selama sebulan dengan orang-orang disini telah menumbuhkan rasa kekeluargaan. Saya merasa mereka juga saudara-saudara saya. Tak apalah, jika umur panjang, kita akan bertemu kembali, bekerja dan bercanda bersama. Sampai jumpa lagi sobat.

Ditulis dalam Islam, Rig Operational | 9 Komentar »

Beribadah di Rig Site Bag.2

Ditulis oleh pr4s di/pada Oktober 8, 2007

Big PeciAlhamdulillah setelah beberapa hari berlalu, akhirnya ada juga mushola kecil di rig ini. Tempatnya tidak begitu besar, sekitar 2×3 m saja. Tak tau siapa yang berhasil melobi sipemilik rig agar menyediakan mushola tersebut. Saya merasa sangat berterimakasih, ternyata disini tidak seperti yang saya bayangkan semula.

Ruang mushola terletak disalah satu bagian yang sedikit tersembunyi. Awalnya saya tidak tau keberadaannya, tapi pernah sekali saya melihat seseorang berjalan di lorong akomodasi dengan mengenakan sarung. Di dalam benak saya berkata, nah sepertinya orang ini hendak sholat, kemanakah dia pergi? Diam-diam saya buntuti orang itu sampai mushola. Oh ternyata disitu toh tempatnya.

Sejak saat itu saya rajin menggunakannya untuk sholat. Didalam ruangan kecil itu ada lima buah sajadah dan beberapa sarung. Tak tau, itu sarung siapa. Sepertinya memang disediakan untuk digunakan bagi siapa saja yang butuh. Jadi pada saat coverall saya kotor, saya tinggal lepas dan mengenakan sarung yang ada di ruangan tersebut untuk sholat.

Memang, selama ini kondisi mushola itu sangat sepi. Jarang sekali ada orang yang menggunakannya. Apa saya saja yang tidak pernah lihat ya? Mungkin dengan jadwal kerja yang bervariasi maka jarang bertemu di mushola ini. Beberapa kali ketika saya sedang sholat sendirian, selalu ada orang yang datang menyusul dan menjadi makmum saya. Subhanallah, maksudnya apa ya? Walaupun Cuma satu makmum saja, apa pantas saya menjadi imam untuk orang-orang ini? Apalagi mereka lebih tua dari saya. Apakah Allah sedang menunjukkan sesuatu kepada saya?

Jumat itu saya tidak menyadari bahwa hari itu adalah hari jumat. Maklumlah bekerja seperti ini setiap hari serasa sama saja. Sudah seminggu ini shift kerja saya berganti menjadi jam 12 malam ke 12 siang. Ntah kenapa, hari itu saya ingin segera meninggalkan tempat kerja dan bebersih. Padahal tak demikian sebelumnya. Sering saya sengaja berlama-lama meng-update blog selepas kerja. Satu hingga dua jam kemudian baru saya tinggalkan tempat kerja untuk bebersih.

Seperti biasa, selepas kerja saya langsung menuju shower untuk mandi. Anehnya, saat itu saya tidak ingin berlama-lama mandi. Segera saya tinggalkan kamar mandi dan segera berganti pakaian dan mengenakan sarung. Syukur saya bawa sarung dari rumah. Memang sengaja saya bawa untuk beribadah supaya terasa lebih afdhol. Dengan polos dan sedikit tergesa-gesa saya menuju mushola. Begitu pintu saya buka, sudah ada tiga orang disana lengkap mengenakan baju koko, sarung dan peci. Saya tak habis pikir, tumben hari ini rame di mushola.

Masih saja belum nyadar, ketika salah satu dari mereka mengumandangkan adzan. Saya pikir mereka hendak melaksanakan sholat zuhur berjamaah, ya saya tunggu sampai adzan selesai. Eh begitu adzan selesai, bukannya mereka berdiri untuk membentuk shab malah duduk diam. Dan salah seorang dari mereka berdiri sambil memegang buku membacakan kuthbah. Ashtaghfirullahaladzim, baru saya sadari ternyata mereka sedang menggelar Jumatan. Ya ampun, subhanallah. Ternyata ini toh maksudnya kenapa hari itu saya sangat ingin bergegas ke mushola ini. Allah sengaja menggugah hati saya untuk melaksanakan sholat jumat ini. Memang, selama dua kali jumat ini, saya tak pernah sholat jumat. Alhamdulillah.

Akhirnya sholat jumat kami laksanakan hanya dengan empat orang saja. Saya sempat ditawari untuk jadi imam, tapi saya urungkan. Mental saya belum siap untuk menjadi imam bagi mereka yang jauh lebih tua dari saya.

Alhamdulillah……

Ditulis dalam Islam | 6 Komentar »

MUDIK – LEBARAN

Ditulis oleh pr4s di/pada September 26, 2007

Koper

Lebaran merupakan hari kemenangan umat muslim sedunia setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh. Hari keramat ini sudah ada sejak jaman nabi dulu hingga sekarang. Pada hari lebaran, seluruh umat bersuka cita menyambut hari tanda kemenangan menahan nafsu selama sebulan penuh. Perkembangan selanjutnya, lebaran menjadi suatu tradisi di sebagian etnis dunia.

Tradisi-tradisi ini sangat beragam di setiap etnis yang berbeda. Khusus di Indonesia, salah satu tradisi ini adalah mudik. Mudik jadi suatu tradisi setiap tahun menjelang lebaran. Sebagian umat yang merayakan lebaran akan pulang ke kampung halaman menemui orang tua, sanak saudara dan handai taulan.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Islam, Journey | 1 Komentar »

Beribadah Di Rig Site

Ditulis oleh pr4s di/pada September 22, 2007

Oli dan gomok

Sejujurnya bekerja di Rig site sangat menantang dan menggembirakan. Jiwa dan raga serasa muda selalu. Kita ditantang untuk selalu sigap dan waspada setiap saat. Bagi orang-orang yang berjiwa petualang, kerja seperti ini sangatlah menyenangkan. Bayarannya pun bagus juga. Tapi bekerja seperti ini penuh dengan resiko dan tentunya banyak hal yang dikorbankan. Hidup jauh dari sanak keluarga, lingkungan sosial dan tentu saja yang paling utama ibadah.

Saya tidak tau apakah pekerjaan yang saya jalani ini afdol atau tidak. Membawa berkah atau tidak. Membawa manfaat atau malah membawa mudharot? Terlepas dari itu semua, saya berniat; saya bekerja hanya karena ALLAH SWT. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Islam | 5 Komentar »