AM3THYST

Jangan Takut Gagal, Masih Ada Hari Esok

  • TERIMA KASIH

    Apa kabar? semoga baik2 saja. Senang sekali, anda bisa berkunjung ke blog saya ini. Kritik dan sarannya sangat saya harapkan. Karena akan sangat berguna buat saya untuk membuat blog ini menjadi berarti dan bermakna. Untuk itu, sebelumnya saya ucapkan terima kasih.
  • HASIL PENGEBORAN

  • EKSPLORASI

  • PENGEBORAN DATA

  • DISCLAMER

    Opini yang ditulis dalam blog ini adalah semata-mata opini pribadi saya dan tidak mewakili sikap atau pendapat organisasi atau institusi atau perusahaan yang berkaitan dengan saya langsung maupun tidak langsung. Saya tidak bertanggung jawab atas komentar, trackback dan pingback yang ditulis oleh pihak lain selain saya. Seluruh komentar, trackback dan pingback adalah tanggung jawab masing-masing pemiliknya. Saya akan memberikan informasi yang ada tentang penulis komentar, trackback dan pingback jika diminta secara hukum. Tulisan saya bisa memuat kutipan dari sumber lain. Saya tidak bertanggung jawab atas isi dari kutipan maupun tulisan yang saya kutip secara keseluruhan. Kutipan adalah milik dari pemiliknya masing-masing, dan digunakan dalam blog ini demi kemudahan pembacanya.

Arsip untuk ‘Earth Science’ Kategori

PLATE TECTONIC

Ditulis oleh pr4s di/pada Desember 31, 2007

Plate Tectonic

Sebelum membaca artikel tentang plate tektonik ini ada sebaiknya membaca terlebih dahulu dua artikel saya sebelumnya yaitu Struktur Bumi dan Sial dan Sima. Pada Struktur bumi terdapat penjelasan tentang bagian-bagian bumi dan proses yang menyertainya. Sedangkan dalam Sial dan Sima terdapat penjelasan tentang komposisi lapisan Sial dan Sima serta hubungannya dengan pergerakan lempeng.

Seperti yang telah diuraikan sebelumnya, Lithosphere adalah sebuah lapisan padat yang berada pada bagian luar kerak bumi. Lithosphere sendiri merupakan “plate/lempeng” dari pada Plate Tectonic Theory. Asthenosphere merupakan bagian dari mantel yang mengalir, mempunyai karakteristik yang disebut sifat plastis. Memang sedikit aneh sebuah material solid bisa mengalir. Sebagai contoh material solid yang mengalir adalah seperti pergerakan pasta gigi dari tabungnya. Pergerakan dari lapisan Asthenosphere merupakan bagian dari pergerakan konveksi mantel yang berperan penting dalam pergerkaan lempeng lithosphere.

Menurut teori, permukaan bumi terbagi menjadi beberapa lempeng besar. Ukuran dan posisi lempen-lempeng ini berubah setiap saat. Batas dari lempeng-lempeng ini dimana mereka bergerak saling menjauh atau mendekat merupakan pusat dari aktivitas geologi seperti gempa bumi, gunung berapi, dan pembentukan gunung. Plate tectonic merupakn teori kombinasi antara continental drift dan sea-floor spreading. Continental drift adalah pergerakan lempeng kontinen dibawah permukaan bumi dan perubahan posisinya cukup relatif. Sea-floor spreading adalah pembentukan oceanic crust baru pada mid-ocean ridge dan pergerakannya menjauh dari mid-ocean ridge.

Radioaktif merupakan sumber panas di dalam mantel, asthenosphere cair bersirkulasi secara konveksi dibawah lithosphere solid. Lapisan panas ini menjadi sumber lava yang bisa kita lihat pada gunung berapi, panas yang menyebabkan munculnya sumber air panas dan geyser, dan sumber dari material-material kasar yang mengangkat mid-oceanic ridge dan membentuk ocean floor baru. Magma terus mengalir keluar pada mid-oceanic ridge memproduksi aliran magma pada arah yang berlawanan sehingga menimbulkan kekuatan yang mendorong sea floor menjauh pada mid-oceanic ridge.

Setelah ocean floor pecah, celah akan muncul ditengah-tengah ridge sehingga magma cair keluar ke permukaan membentuk ocean floor baru. Ocean floor akan bergerak menjauhi mid-ocean ridge dan akan bertubrukan dengan lempeng kontinen kemudian tersubduksi kebawah kontinen. Akhirnya, lithosphere akan kembali ke asthenosphere dan kembali mencair.

Ciri-ciri utama plate tectonic (tektonik lempeng) :

  1. Permukaan bumi diselimuti oleh beberapa seri lempeng yang saling bertubrukan.
  2. Ocean floor selalu bergerak, menjauh dari pusatnya, menyusup pada ujung tumbukan dan ter-generasi.
  3. Arus konveksi dibawah lempeng menggerakkan lempeng-lempeng ke segala arah.
  4. Sumber dari panas yang menyebabkan arus konveksi adalah radioaktif (Uranium, Thorium dan Potasium) yang berasal dari mantel bumi.

To be continued……..

Ditulis dalam Earth Science | 7 Komentar »

Pemanasan Global

Ditulis oleh pr4s di/pada November 12, 2007

Hutan

Menanggapi isu yang sedang hangat saat ini yaitu tentang pemanasan global, saya tercengang setelah membaca Majalah National Geographic Indonesia edisi Oktober 2007. Ternyata bumi memang sedang memanas lebih cepat dari yang semestinya karena adanya pemanasan global yang disebabkan oleh bertambahnya gas CO­2 secara tajam didalam atmosfer bumi. Pemanasan global adalah naiknya suhu permukaan bumi yang disebabkan peningkatan karbondioksida (CO2) dan gas-gas lain atau gas rumah kaca yang menyelimuti bumi dan memerangkap panas. Kebaikan suhu ini mengubah iklim dan membuat kepunahan banyak species, kebakaran hutan, pemutihan karang, penularan penyakit, makin ganasnya badai, hingga pencairan es di kutub hingga permukaan air laut naik dan menenggelakan banyak pulau. Sebagai biang kerok meroketnya gas CO2 di dalam atmosfer bumi adalah akibat meningkatnya kegiatan industri yang berbahan bakar fosil seperti batubara, minyak bumi dan gas. Amerika Serikat dan Cina merupakan penyumbang gas karbondioksida terbesar saat ini.

Lalu bagaimana dengan Indonesia? Celakanya Indonesia saat ini telah menempati peringkat ketiga setelah AS dan Cina sebagai negara penyumbang gas CO2 terbesar. Sumbangan gas CO2 dari Indonesia ini bukan karena kegiatan industri saja, tetapi juga karena kebakaran hutan yang marak terjadi delapan tahun ini. Kebakaran hutan yang terjadi tahun 1997-1998 melepaskan gas CO2 sebagai gas emisi rumah kaca sebesar hampir tiga giga ton karbon ke atmosfer, atau setara dengan 13-40 persen total emisi karbon dunia yang dihasilkan dari bahan bakar fosil pertahun. Ini sangat mempengaruhi perubahan iklim dan pemanasan global saat ini. Kebakaran hebat seperti ini terjadi lagi pada tahun 2006 yang mencoreng muka Indonesia karena menyebarnya asap ke negara tetangga.

Prinsip rumah kaca pada atmosfer bumi sederhananya adalah sinar matahari ditangkap oleh tanah dan air, diubah menjadi panas dan dilepaskan kembali ke atmosfer sebagai radiasi inframerah untuk menghangatkan bumi. Seperti dinding-dinding kaca dari sebuah rumah kaca, gas-gas atmosfer terutama karbondioksida, uap air dan metana, menjebak sebagian besar dari panas yang membumbung dan menahannya di atmosfer yang lebih rendah. Tanpa efek rumah kaca ini, temperatur bumi rata-rata akan berkisar di –18oC, bukan 14.5oC seperti sekarang.

­Sebelum revolusi industri, atmosfer bumi mengandung sekitar 280 ppm (part per million/ bagian per sejuta) CO­2. Itu merupakan jumlah yang baik. Oleh karena struktur CO2 menjebak panas dekat permukaan planet yang justru tanpanya akan memancar balik keluar angkasa. Peradaban tumbuh besar dalam suatu dunia yang angka temperaturnya ditentukan oleh banyaknya kandungan CO2 tersebut. Itu setara dengan suatu suhu rata-rata global sekitar 14.5oC. Sekali kita membakar batubara, minyak bumi dan gas untuk meyokong kehidupan, angka 280 itu mulai naik. Saat diukur pada tahun 1950an, CO2 dalam atmosfer telah mencapai angka 315 ppm. Sekarang nilai itu ada di 380 ppm dan meningkat hingga 2 ppm pertahun. Itu sepertinya tidak banyak, tetapi berlebih yang dijebak oleh CO2, beberapa watt permeter persegi permukaan bumi cukup untuk menghangatkan planet secara nyata. Kita telah menaikkan suhu lebih dari setengah derajat celcius. Mustahil memperkirakan secara persis akibat dari peningkatan CO2 di atmosfer. Namun, pemanasan yang sudah kita lihat sejauh ini mulai mencairkan hampir segala sesuatu yang membeku di muka bumi. Ia telah mengubah musim dan pola curah hujan dan kenaikan muka air laut.

 

Molekul-molekul CO2 akan menetap di dalam atmosfer hingga 200 tahun, maka jika hasil pembakaran bahan bakar fosil (emisi) dikurangi hari ini, bumi akan terus memanas, meski mungkin agak lambat. Jika emisi dipertahankan pada laju saat ini, tingkat CO2 akan tetap mencapai 525 ppm, hampir dua kali lipat tingkat pra-industri. Selambat-lambatnya pada 2100, bumi akan memanas beberapa derajat. Perilaku manusia sperti sekarang mendorong tingkat CO2 melampaui 800 ppm, memicu kenaikan temperatur hingga 5oC bisa jadi mengalahkan kemampuan beradaptasi banyak species.

 

Sumber-sumber energi yang memajukan masyarakat industri modern telah menyamai krisis-krisis perubahan iklim pula. Bahan bakar fosil seperti minyak bumi, batubara dan gas akan bertanggung jawab atas 80% dari tambahan CO2 yang kini menahan lebih banyak panas dalam atmosfer. Sebagian besar daari sisa CO2 berasal dari perubahan penggunaan lahan, terutama di hutan-hutan tropis, termasuk budidaya ladang berpindah dan pemanenan kayu. Hutan dirusak untuk pengalihan perkebunan monokultur seperti sawit, tebu, jagung, kedelai dan pembalakan liar justru menjadi pemicu bertambahnya titik panas dari tahun ke tahun. Hutan semestinya berfungsi sebagai pengikat karbon bukan sebagai penyumbang karbon.

 

Titik ApiMari kita tengok apa yang sedang terjadi di Indonesia. Iminng-iming karena hasil sawit, kertas dan pembalakan liar yang menggiurkan, membuat pembukaan hutan menjadi marak dengan jalan pintas dan relatif murah; yaitu dengan cara membakar. Sebagai contoh, dalam 20 tahun terakhir, luasan hutan alam di Provinsi Riau telah berkurang sekitar 56,8 persen. Jika dirata-rata, setiap tahunnya Riau kehilangan sekitar 182.140 hektare hutan alam, atau 15.178 hektare setiap bulannya. Menurut data WWF, hingga akhir tahun 2005 hutan yang tersisa di Riau tinggal 2.743.198 hektare atau hanya 33 persen dari luas daratannya.

 

Memang, jika kebakaran selalu terjadi setiap tahun, sudah seharusnya Pemerintah Indonesia bisa memecahkan permasalahannya untuk kemudian dicari solusinya. Sebut saja penegakan hokum untuk menjerat para pelaku pembakar lahan dan penanggung jawabnya. Sederat aturan diimplementasikan dalam kehidupan nyata, seperti UU No. 41/1999 tentang kehutanan dan UU No. 23/1997 tentang pengelolaan lingkungan hidup. Izin usaha perkebunan dan hutan tanaman industri (HTI) yang mengonversi hutan alam harus diperketat dan diawasi.

 

Dengan memelihara hutan, berarti mencegah terlepasnya karbon ke atmosfer karena hutan berfungsi sebagai pengikat senyawa karbon yang merupakan salah satu gas rumah kaca penyebab utama pemanasan global. REDD merupakan skema pengurangan emisi dari deforestasi di negara berkembang, suatu scenario konvensi PBB untuk menangkal pemanasan global. REDD diusulkan sebagai medium untuk memperbaiki kondisi huatan alam yang merupakan dapur karbon alamiah paling efektif.

 

Selain hutan, para ilmuwan juga telah memikirkan bagaimana cara mengurangi emisi karbon ini. Para ilmuwan memperingatkan bahwa emisi karbon saat ini seharusnya dikurangi hingga setidaknya setengah selama 50 tahun berikutnya untuk menghindari bencana-bencana pemanasan global dimasa depan. Setiap strategi dibawah ini, selambatnya pada 2057, akan mereduksi emisi karbon tahunan hingga semiliar metrik ton.

 

Efisiensi dan Konservasi

  1. Memperbaiki ekonomi bahan bakar pada dua miliar mobil dari 12 km/liter ke 25 km/liter
  2. Mengurangi kilometer setiap tahun per mobil dari 16.000 ke 8.000
  3. Meningkatkan efisiensi pendinginan, pencahayanna dan peralatan rumah tangga hingga 25 persen
  4. Memperbaiki efisiensi pembagkit listrik tenaga batubara dari 40% ke 60%

 

Tangkap dan Simpan Karbon

  1. Memperkenalkan system untuk menangkap CO2 dan menyimpannya didalam tanah di 800 pembangkit bertenaga batubara
  2. Menggunakan system tangkapan di pembangkit hydrogen, penghasil bahan bakar untuk semiliar mobil
  3. Menggunakan system tangkapan di pembangkit bahan bakar sintetis turunan batubara, penghasil 30 juta barel sehari

 

Bahan Bakar Rendah Karbon

  1. Mengganti 1.400 pembangkit bertenaga batubara dengan gas alam
  2. Melenyapkan batubara dengan menaikkan produksi tenaga nuklir hingga tiga kali kapasitas saat ini.

 

Sumber Daya Terbarukan

  1. Meningkatkan kapasitas tenaga angin sampai 25 kali
  2. Meningkatkan tenaga surya hingga 700 kali kapasitas saat ini
  3. Meningkatkan tenaga angin hingga 50 kali kapasitas saat ini untuk emmbuat hydrogen
  4. Meningkatkan produksi bahan bakar nabati etanol sampai 50 kali kapasitas saat ini. Dibutuhkan sekitar seperenam drai lahan garapan dunia
  5. Menghentikan semua deforestasi
  6. Memperluas pengolahan lahan konservasi ke semua lahan garapan (pembajakan biasa melepaskan karbon dengan mempercepat dekomposisi bahan organic)

 

 

 

 

 

 

 

 

Ditulis dalam Earth Science | 6 Komentar »

Beautiful and Precious Minerals on Earth

Ditulis oleh pr4s di/pada Oktober 6, 2007

GEMS

Melengkapi post sy terdahulu yang berjudul Batuan dan Mineral, saya akan bercerita sedikit tentang mineral-mineral ini. Ternyata diantara mineral tersebut, banyak yang indah dan menarik disetiap kelasnya (Silicatae, Sulfate, Halide, Oxide, Sulfide, Phospate dan Element). Karena keindahannya mineral-mineral ini dikenal sebagai batu permata (gemstone). Manusia sejak zaman dahulu sudah mengenal keindahan batu permata ini, karena adanya mitos bahwa setiap orang yang mengenakan batu permata akan dipandang cantik. Bagi sebagian orang, memiliki batu permata sama dengan tingkat sosial yang tinggi. Ada juga yang beranggapan dengan memiliki batu permata maka bisa mendatangkan keberuntungan, keselamatan, dan kebahagiaan.

Lalu muncul pertanyaan; mengapa mineral-mineral itu indah dan menarik sehingga menjadi sangat berharga untuk dimiliki? Alasan utama mengapa batu permatan sangat berharga adalah karena indah, langka dan tahan (durable; resistant terhadap abrasion, fracturing dan terhadap reaksi kimia). Beberapa mineral terlihat indah, tapi rapuh sehingga mudah hancur (contohnya fluorite). Kalau diperhatikan, Fluorite sangat indah dengan warnanya, mempunyai empat arah belahan (cleavage) yang sempurna tapi sayang kekerasannya Cuma 4 (Skala Mohs). Sedangkan mineral lain ada yang indah dan terlalu banyak dijumpai sehingga menjadi semiprecious gemstone. Oh ya, batu permata ini dibagi dua precious seperti Diamond, ruby, Sapphire, emerald dan lain-lain. Dan Semiprecious seperti agate.

Sebagian besar batu permata memiliki kekerasan yang baik (diatas 5) dan Refraction Index (semakin tinggi nilainya, semakin indah kilaunya). Batu permata paling banyak berasal dari kelas silicate yang merupakan mineral keras dan sangat stabil. Sedikit yang berasal dari kelas Oxide, kemudian Diamond yang khusus terdiri dari satu macam unsur, yaitu Carbon. Diamond mempunyai empat belahan sempurna, kekerasan 10 dan Index refraction 2.4. Kemudian ada beberapa batu permata yang bukan merupakan mineral yang sebenarnya, disebut sebagai mineraloids, contohnya: opal, amber, dan moldavite.

Di antara berbagai jenis batu permata, Diamond memang yang paling mahal dan paling tinggi nilainya. Batu permata ini merupakan batu yang paling keras dan memiliki cahaya paling terang di antara batu permata yang lain karena mempunyai susunan kristal kubus. Terdapat sembilan unsur kristal yang dimiliki oleh Diamond. Hal inilah yang menyebabkan pantulan-pantulan sinar yang masuk ke dalam ruang Diamond tidak dibiaskan ke satu arah, akan tetapi ke sembilan bangun kristal ruang dan membuat kilauan indah Diamond tersebut.

Amethyst

Dengan keindahan dan mitos keberuntungan yang melingkupinya, pesona batu permata tidak akan luntur oleh perubahan zaman dan kecanggihan teknologi. Batu ruby diyakini memberikan kebahagiaan dan menambah wibawa pemakainya. Batu ini tergolong batu yang sangat digemari karena warna merahnya dapat bersinar di tempat gelap dan dapat berpijar jika diterangi sinar ultraviolet.

Batu Emerald beda lagi. Batu ini dipercaya dapat membawa keberuntungan, selain itu batu Emerald tahan panas dan tidak mudah berubah warna, meski tergolong rapuh. Topaz merupakan batu yang cukup unik. Batu ini jika digosok dengan keras dapat mengeluarkan api atau daya listrik yang dapat menarik potongan kertas kecil. Topaz dipercaya sebagai batu yang dapat menolak bahaya.

Batu permata sejak zaman dahulu hingga sekarang masih dipercaya sebagai lambang zodiak. Meski kepercayaan ini sudah berkurang, namun batu yang berhubungan dengan bintang kelahiran masih ada yang memakainya. Selain jenisnya yang bervariasi, warna batu permata juga sangat beragam, mulai dari merah, kuning, hijau, biru, atau putih. Kalau dahulu batu permata hanya terkenal karena digunakan untuk cincin, kini aneka perhiasan seperti gelang, kalung, anting, bros, pin atau tasbih juga dibuat dari batu permata. Untuk menambah keindahannya, batu permata tersebut didesain dan digabungkan dengan berlian, emas, dan emas putih. Dari yang berharga puluhan ribu hingga ratusan juta rupiah.

Lambang zodiak pada batuTopaz

Aquarius = Amethyst
Pisces = Turquoise
Aries = Diamond
Taurus = Emerald
Gemini = Alexandrite
Cancer = Ruby
Leo = Sardonix
Virgo = Sapphire
Libra = Opal
Scorpio = Topaz
Sagitarius = Turquoise
Capricorn = Agate

Disini daftar Batu Permata dari setiap kelas beserta link-nya.

Ditulis dalam Earth Science | 8 Komentar »

Batuan dan Mineral

Ditulis oleh pr4s di/pada Oktober 6, 2007

Baiklah, untuk melengkapi post sy tentang SIAL-SIMA dan Struktur Bumi, saya akan membahas sedikit apa itu batuan dan mineral. Batuan adalah sekumpulan mineral-mineral yang menjadi satu. Bisa terdiri dari satu atau lebih mineral. Lapisan lithosphere di bumi terdiri dari batuan. Sedangkan mineral adalah substansi yang terbentuk karena kristalisasi dari proses geologi, yang memiliki komposisi fisik dan kimia.

Batuan diklasifikasikan berdasarkan mineral dan komposisi kimia, dengan tekstur partikelnya dan dengan proses terbentuknya. Maka batuan diklasifikasikan menjadi Igneous, Sedimentary dan Metamorphic. Ketiga jenis batuan ini pada proses pembentukannya saling melengkapi dan berupa siklus. Lihat gambar siklus pembentukan batuan.

1. Igneous Rock (Batuan Beku), terbentuk oleh pembekuan magma dan dibagi menjadi batuan plutonic dan batuan volcanic. Plutonik atau intrusive terbentuk ketika magma mendingin dan terkristalisasi perlahan didalam crust (contohnya granite). Sedangkan volcanic atau extrusive membeku dan terbentuk pada saat magma keluar kepermukaan sebagai lava atau fragment bekuan (contohnya batu apung dan basalt).Rock Cycle

2. Sedimentary Rock (Batuan Sedimen), terbentuk karena endapan dari hasil erosi material-material batuan, organic, kimia dan terkompaksi serta tersementasi. Batuan ini terbentuk di permukaan bumi yang terdiri dari; 65% Mudrock (mudstone, shale dan siltstone); 20%-25% Sandstone dan 10%-15% Carbonate Rock (limestone dan dolostone).

3. Metamorphic Rock (Batuan Metamorf), terbentuk hasil ubahan/alterasi dari mineral dan batuan lain karena pengaruh tekanan dan temperatur. Tekanan dan temperatur yang mempengaruhi pembentukan batuan ini sangat tinggi dari pada pembentukan batuan beku dan sedimen sehingga mengubah mineral asal menjadi mineral lain.

Sedangkan Mineral diklasifikasikan berdasarkan sifat fisik dan komposisi kimia. Sifat fisik mineral antara lain berdasarkan:

1. Struktur kristal, diamati melalui mikroskop.

2. Kekerasan (Hardness), diukur berdasarkan Mohs scale (1-10) ;

  1. Talc Mg3Si4O10(OH)2
  2. Gypsum CaSO4·2H2O
  3. Calcite CaCO3
  4. Fluorite CaF2
  5. Apatite Ca5(PO4)3(OH,Cl,F)
  6. Orthoclase KAlSi3O8
  7. Quartz SiO2
  8. Topaz Al2SiO4(OH,F)2
  9. Corundum Al2O3
  10. Diamond C (pure carbon)

3. Kilap (Luster), diukur dari interaksi terhadap cahaya.

4. Warna (Colour), tampak oleh mata.

5. Streak

6. Cleavage

7. Fracture

8. Specific gravity

9. Lain-lain (Fluorescence, Magnetism, Radioaktivity, dll).

 

 

 

Mineral diklasifikasikan berdasarkan komposisi kima dengan grup anion. Berikut klasifikasinya menurut Dana :

1. Silicate Class, merupakan grup terbesar. silicates (sebagian besar batuan adalah >95% silicates), yang terdiri dari silicon dan oxygen, dan dengan ion tambahan seperti aluminium, magnesium, iron, dan calcium. Contoh lain seperti feldspars, quartz, olivines, pyroxenes, amphiboles, garnets, dan micas.

2. Carbonate Class, merupakan mineral yang terdiri dari anion (CO3)2- dan termasuk calcite dan aragonite (keduanya merupakan calcium carbonate), dolomite (magnesium/calcium carbonate) dan siderite (iron carbonate). Carbonate terbentuk pada lingkungan laut oleh endapan bangkai plankton. Carbonate juga terbentuk pada daerah evaporitic dan pada daerah karst yang membentuk gua/caves, stalactites dan stalagmites.Carbonate class juga termasuk mineral-mineral nitrate dan borate.

3. Sulfate Class, Sulfates terdiri dari anion sulfate, SO42-. Biasanya terbentuk di daerah evaporitic yang tinggi kadar airnya perlahan-lahan menguap sehingga formasi sulfate dan halides berinteraksi. Contoh sulfate; anhydrite (calcium sulfate), celestine (strontium sulfate), barite (barium sulfate), dan gypsum (hydrated calcium sulfate). Juga termasuk chromate, molybdate, selenate, sulfite, tellurate, dan mineral tungstate.

4. Halide Class, halides adalah grup mineral yang membentuk garam alami (salts) dan termasuk fluorite (calcium fluoride), halite (sodium chloride), sylvite (potassium chloride), dan sal ammoniac (ammonium chloride). Halides, seperti halnya sulfates, ditemukan juga di daerah evaporitic settings seperti playa lakes dan landlocked seas seperti Dead Sea dan Great Salt Lake. The halide class termasuk juga fluoride, chloride, dan mineral-mineral iodide.

5. Oxide Class, Oxides sangatlah penting dalam dunia pertambangan karena bijih (ores) terbentuk dari mineral-mineral dari kelas oxide. Kelas mineral ini juga mempengaruhi perubahan Kutub Magnetic Bumi. Biasanya terbentuk dekat dengan permukaan bumi, teroksidasi dari hasil pelapukan mineral lain dan sebagai mineral asesori pada batuan beku crust dan mantle. Contoh mineral Oxides; hematite (iron oxide), magnetite (iron oxide), chromite (iron chromium oxide), spinel (magnesium aluminium oxide – mineral pembentuk mantle), ilmenite (iron titanium oxide), rutile (titanium dioxide), dan ice (hydrogen oxide). Juga termasuk mineral-mineral hydroxide.

6. Sulfide Class, hampir serupa dengan Kelas Oxide, pembentuk bijih (ores). Contohnya termasuk pyrite (terkenal dengan sebutan emas palsu ‘fools’ gold), chalcopyrite (copper iron sulfide), pentlandite (nickel iron sulfide), dan galena (lead sulfide). Termasuk juga selenides, tellurides, arsenides, antimonides, bismuthinides, dan sulfosalts.

7. Phosphate Class, termasuk mineral dengan tetrahedral unit AO4­­, A dapat berupa phosphorus, antimony, arsenic atau vanadium. Phospate yang umum adalah apatite yang merupakan mineral biologis yang ditemukan dalam gigi dan tulang hewan. Termasuk juga mineral arsenate, vanadate, dan mineral-mineral antimonate.

8. Element Class, terdiri dari metal dan element intermetalic (emas, perak dan tembaga), semi-metal dan non-metal (antimony, bismuth, graphite, sulfur). Grup ini juga termasuk natural alloys, seperti electrum, phosphides, silicides, nitrides dan carbides.

9. Organic Class, terdiri dari substansi biogenic; oxalates, mellitates, citrates, cyanates, acetates, formates, hydrocarbons and other miscellaneous species. Contoh lain juga; whewellite, moolooite, mellite, fichtelite, carpathite, evenkite and abelsonite

Wuuiihhhh….. Cape…. Kira-kira demikian dulu ya.

* sigh *

Next on Beautiful Mineral (Gems)……………….

Sumber diambil dari sini

Ditulis dalam Earth Science | 28 Komentar »

SIAL AND SIMA

Ditulis oleh pr4s di/pada Oktober 4, 2007

Earth Crust

Dari beberapa komentar pada tulisan saya yang berjudul Struktur Bumi, ada yang bertanya mengenai SIAL dan SIMA. Jika berbicara tentang kedua hal ini, maka saya harus membahas juga mengenai crust dan tectonic lempang. Sepertinya penjelasan ini akan panjang. Walaupun saya tidak secanggih para ahli geologi senior, saya akan berusaha memberi penjelasan sedikit. Ya sebenarnya sih Cuma menterjemahkan saja dari beberapa sumber, seperti wikipedia (powerfull ensiklopedia).

Baiklah saya akan mulai dengan pengertiannya,

SIAL; adalah lapisan batuan yang berada di bawah continent, terdiri dari granitic dibagian atas dan gabbroic dilapisan bawah. Ketbalannya bervariasi antara 30 km sampai 35 km. Nama sial berasal dari nama unsure utama yang terkandung didalamnya, yaitu silica dan alumina. Mempunyai nilai specific gravity sekitar 2.7. Sedangkan pengertian secara petrology, sial merupakan nama dari bagian atas crust yang terdiri dari batuan kaya akan silica dan alumina, sumber dari granitic magma. Merupakan cirri continental crust bagian atas.

SIMA; adalah lapisan batuan yang berada dibawah samudera terdiri dari lapisan basaltic. Mempunyai nilai specific gravity sekitar 3.0. Ada yang beranggapan bahwa sima bersifat peridotitic dan memiliki specific gravity sekitar 3.3. Sedangkan pengertian secara petrology, sima merupakan lapisan bawah dari crust terdiri dari batuan yang kaya akan unsure silica dan magnesia. Sima sama dengan oceanic crust dan merupakan bagian bawah dari continental crust.Granite

Granitic adalah istilah yang digunakan untuk batuan yang mempunyai sifat granite. Granite adalah batuan beku plutonic (plutonic igneous rock) yang terdiri dari mineral felsic yaitu quartz (10%-50%) dan mineral alkali yaitu feldspar (65%-90%).

Gabbroic adalah istilah yang digunakan untuk batuan yang mempunyai sifat gabbro. Gabbro adalah batuan bekuGabbro intrusive (intrusive igneous rock) yang terdiri dari mineral plagioclase (biasanya labradorite atau bytownite) dan clinopyroxene (augite); dengan atau tanpa olivine dan orthopyroxene; dan juga semua mineral dalam grupnya.

Basaltic adalah istilah yang digunakan untuk batuan yang mempunyai sifat basalt. Basalt adalah batuan beku extrusiveBasalt yang berwarna gelap (mafic extrusive igneous rock), tapi juga terkadang intrusive (seperti dikes). Terdiri dari calcic plagioclase dan clinopyroxene. Terkadang hadir juga nepheline, olivine, orthopyroxene dan quartz.

Nah mumet ya? Sama. Jadi kesimpulan yang bisa diambil dari pengertian diatas, sederhananya seperti ini:

SIMA ; silica + magnesia = Basaltic ==> Oceanic Crust

SIAL ; silica + Alumina = Granitic ==> Continental Crust

 

 

Earth Crust

To be Continued to Plate Tectonic……………………… (Sebenarnya lagi males nulis, soalnya panjang banget)

Sumber diambil dari sini

 

Ditulis dalam Earth Science | 8 Komentar »

2029 : Apakah Manusia Masih Exist

Ditulis oleh pr4s di/pada Oktober 2, 2007

Pernah nonton film Armageddon tidak? Atau filmImpact Event Deep Impact?Kedua film tersebut menceritakan tentang kelangsungan umat manusia di bumi ini pada saat bumi diancam oleh suatu musibah besar. Pada bagian prolog film Armageddon yang diperankan oleh Bruce Willis, digambarkan sebuah animasi meteor besar yang menghantam bumi yang menyebabkan musnahnya makhluk hidup pada masa itu (Dinosaurus). Kemudian cerita berlanjut pada kehidupan manusia pada saat sekarang yang sedang diancam oleh tabrakan meteor dan bumi seperti yang pernah terjadi pada masa Dinosaurus punah. Sama seperti film Armageddon, film Deep Impact yang diperankan oleh Elijah Wood, juga mempunyai cerita yang hampir serupa dengan Armageddon. Bedanya, pada Armageddon manusia berhasil mencegah meteor menabrak bumi, sedangkan pada Deep Impact tidak demikian. Jika ingin tau lebih detail, silahkan nonton filmnya. *(Armageddon lebih bagus berkarier di Box Office)* Menurut penelitian, kejadian seperti itu memang pernah terjadi dan akan terjadi di masa datang. Para Ahli Geologi berpendapat bahwa kejadian saat ini merupakan kunci dari kejadian masa lampau dan juga masa depan. Jadi kejadian-kejadian itu merupakan suatu siklus yang akan terus berulang. Mereka telah melakukan penelitian di beberapa tempat sisa-sisa dari jejak-jejak makhluk hidup dan meteor yang pernah singgah ke bumi beribu-ribu tahun silam. Ternyata, bumi telah ditubruk berkali-kali oleh meteor sejak 2.02 x 109 tahun yang lalu (menurut catatan yang pernah ada). Sampai saat ini, bumi masih sering ditubruk oleh meteor, cuma skalanya kecil sehingga tak berbekas. Tubrukan kecil seperti ini tidak akan berbekas karena meteor akan hangus terbakar di dalam atmosphere sebelum sempat menjejakkan tubuhnya ke permukaan bumi. Tuhan telah menciptakan tameng bagi bumi dari ancaman benda-benda luar angkasa. Atmosphere juga berfungsi sebagai penyaring panasnya sinar matahari. Memang ciptaan Tuhan tiada duanya. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Earth Science | 15 Komentar »

Struktur Bumi

Ditulis oleh pr4s di/pada September 19, 2007

Struktur Bumi

Struktur Bumi seperti yang terlihat pada gambar diatas.

Secara keseluruhan, bumi terbagi menjadi empat aspek yaitu; atmosphere (udara), hydrosphere (air), lithosphere (batuan solid) dan biosphere (kehidupan organik). Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Earth Science | 36 Komentar »