AM3THYST

Jangan Takut Gagal, Masih Ada Hari Esok

  • TERIMA KASIH

    Apa kabar? semoga baik2 saja. Senang sekali, anda bisa berkunjung ke blog saya ini. Kritik dan sarannya sangat saya harapkan. Karena akan sangat berguna buat saya untuk membuat blog ini menjadi berarti dan bermakna. Untuk itu, sebelumnya saya ucapkan terima kasih.
  • HASIL PENGEBORAN

  • EKSPLORASI

  • PENGEBORAN DATA

  • DISCLAMER

    Opini yang ditulis dalam blog ini adalah semata-mata opini pribadi saya dan tidak mewakili sikap atau pendapat organisasi atau institusi atau perusahaan yang berkaitan dengan saya langsung maupun tidak langsung. Saya tidak bertanggung jawab atas komentar, trackback dan pingback yang ditulis oleh pihak lain selain saya. Seluruh komentar, trackback dan pingback adalah tanggung jawab masing-masing pemiliknya. Saya akan memberikan informasi yang ada tentang penulis komentar, trackback dan pingback jika diminta secara hukum. Tulisan saya bisa memuat kutipan dari sumber lain. Saya tidak bertanggung jawab atas isi dari kutipan maupun tulisan yang saya kutip secara keseluruhan. Kutipan adalah milik dari pemiliknya masing-masing, dan digunakan dalam blog ini demi kemudahan pembacanya.

Suka Duka Di Lokasi Geothermal

Ditulis oleh pr4s di/pada Desember 7, 2007

Geothermal Rig

Sudah beberapa lama saya tidak menulis di blog ini, hal itu dikarenakan penugasan saya yang berpindah-pindah. Setelah di Laut Timor, saya diberi tugas untuk bekerja di area Gunung Salak, Sukabumi. Di tempat ini sayangnya tidak ada akses internet, yah mungkin karena kontrak dengan client yang tidak menyediakan akses internet.

Perjalanan dimulai dari Jakarta menuju Sukabumi melalui tol Jagorawi kemudian keluar di pintu tol Ciawi. Kemudian jalan akan semakin menyempit begitu keluar dari jalan utama Sukabumi. Saya lupa nama desa yang saya lalui, yang saya ingat penduduk di kawasan itu berkebun teh. Sungguh indah hamparan hijau perkebunan teh di area pegunungan. Saya fikir tempat ini cukup unik, beberapa sinetron atau film mungkin pernah syuting di tempat ini. Selain kebun teh yang indah, disini juga ada pabrik pengolahan teh yang sangat tua terbukti dengan adanya beberapa tulisan dalam bahasa Belanda, cocok buat syuting film horror. Sayang saya kurang memperhatikan detail-detail tempat ini, karena bukan itu tujuan saya kesini.

Lepas dari kebun teh perjalanan kemudian memasuki hutan konservasi dimana terletak area operasi salah satu operator minyak di Indonesia. Tapi kali ini sang operator tidak mencari minyak bumi melainkan panas bumi alias geothermal. Uap dari hasil tungku pemanas alami bumi ini berguna sebagai pembangkit tenaga listrik. Sekitar 20 tahun lalu, bisnis panas bumi dianggap tidak cukup menguntungkan. Tetapi saat ini begitu krisis energi mulai merebak dan kebutuhan energi listrik semakin meningkat, bisnis ini mulai dilirik. Uap panas dijual dan ditampung di dua power plant yang dikelola oleh Indonesia Power. Uap dialirkan melalui pipa-pipa yang bentuknya sedikit berbeda dengan pipa minyak. Pipa uap diberi lapisan terluar yang tahan terhadap panas, sehingga pipa tidak menyebarkan panas ke area sekitarnya.

Geothermal merupakan panas yang dihasilkan bumi. Geo berarti bumi, sedangkan thermal berarti panas. Prinsip dasarnya sederhana saja, daerah yang berada disekitar gunung berapi bisa dipastikan terdapat potensi panas bumi. Lalu muncul pertanyaan, mengapa di gunung? Gunung terbentuk akibat dari pergerakan lempeng bumi (plate tectonic) yang menyebabkan keluarnya magma dari perut bumi. Magma inilah yang menjadi tungku alaminya. Sama seperti kita memasak air, ketika air mendidih akan menghasilkan uap. Disekitar gunung berapi, magma tetap ada dekat dengan permukaan, sehingga bisa dicapai dengan mengebornya. Tetapi dalam pengeboran geothermal, bukan magmanya yang dicari, tapi uapnya. Jadi cukup mengebor sampai kedalaman tertentu hingga mencapai area berongga tempat air dipanaskan.

Konsep pengeboran pada geothermal sangat berbeda dengan pengeboran minyak bumi. Pada minyak bumi, pengeboran dilakukan untuk mencari lapisan batuan yang mengandung minyak bumi, seperti lapisan batuan yang diibaratkan sponge yang berisi minyak. Pada geothermal justru mencari rongga-rongga (crack). Pada pengeboran minyak bumi, crack seperti ini justru dihindari, karena akan menyebabkan hilangnya Lumpur bor ke dalam formasi batuan. Ini dapat merusak formasi batuan sekitarnya. Jadi prinsip-prinsip dasar pengeboran pada minyak bumi tidak dapat diterapkan sepenuhnya pada pengeboran geothermal.

Geothermal

Bekerja pada lokasi geothermal sebenarnya sangat menyenangkan. Setiap hari saya bisa menghirup udara segar pegunungan, memandang pemandangan yang indah-indah seperti bukit dan lembah hijau di kejauhan, hijaunya hutan disekitar membuat sejuk mata memandang serta berbagai macam burung dan kicauannya yang merdu. Terkadang jika beruntung, saya bisa juga melihat sekumpulan monyet-monyet bergelantungan di dahan pohon. Menurut beberapa awak yang pernah melakukan pengeboran sumur jauh di dalam hutan, mereka pernah melihat harimau juga. Tapi sampai saat ini, saya belum pernah menyaksikan harimau seperti yang diceritakan awak pengeboran tersebut. Semua kesenangan itu bisa saya nikmati setiap hari jika saya bekerja shift siang. Jika bekerja malam hari, duka menghampiri. Mulai dari temperatur udara yang ampun dinginnya, satu lapis baju saja tak kan sanggup mengusir beku, ancaman binatang buas sampai makhluk halus yang selalu menemani. Just kidding.

Secara keseluruhan, lebih banyak hal-hal menyenangkan disini dari pada yang menyedihkan. Ada sekitar dua tempat pengeboran geothermal yang serupa saat ini. Satu lagi berada di Gunung Darajat sekitar Garut. Cukup lama juga saya bekerja di Gunung Darajat, sekitar enam bulan, yang kemudian akhirnya saya berkelana ke Laut Timor. Memang bisnis geothermal sekarang sedang menggeliat di beberapa tempat di Indonesia. Menurut rencana, ada beberapa lokasi yang akan dikembangkan potensi geothermalnya seperti di Gunung Tangkuban Perahu, Gunung Tampomas, Gunung Bromo, dan lain-lain.

8 Tanggapan ke “Suka Duka Di Lokasi Geothermal”

  1. erander berkata

    Pras .. kemaren abang ke Tarakan. Tercapai cita2 buat berpose didepan pengeboran minyak hehehe :D trus ingat Pras .. eh, sekarang malah geothermal. Seru ya. Photomu mana??

    @ Tercapai juga cita2 ya bang. Saya sengaja ga pasang foto diri, takut dicap narsist. :mrgreen:

  2. ragimun berkata

    wah bagus ceritanya, seneng aku dapat informasi geothermal,
    mana-mana saja sih yang sudah geothermal yang sudah jalan? mohon info lebih lanjut…..

  3. deri yana mabrur berkata

    saya juga sering masuk ke daerah gunung salak.bahkan saya sering ikut kerja dengan babe saya biarpun saya masih sekolah. mau komen yang tadi soal perkebunan teh tsb itu namanya jayanegara.

  4. eristiar berkata

    dulu aku pernah buat karya ilmiah tentang PLTG tapi daerahnya ngak di salak but di sibayak tanah karo sumatera utara, sekarang aku udah kuliah di bandung, jurusan teknik elektro.Sejak SMA aku ingin kerja di PLTG, saya mau nanya bisa ngak aku kerja di PLTG, kalau jurusanku T.Elektro?

  5. Langkah indra luhur berkata

    minta artikel gheothermal mas ada??

    kalau boleh kirim melalui e-mail
    terimaksih sebelumnya ya mas..

    kenalkan nama saya Indra..

    sukses selalu buat mas..

    dan mudah-mudahan saya bisa seperti mas amieeen,,hehehehe…

  6. rosad berkata

    Mas persisnya ini di jaya negara ya. yang dulu sama UNOCAL? kalo sekarang sama SEFRON kan?

  7. rudi berkata

    artikelnya bagus…..
    bisa donks tambahin contraktor2 yang biasa ngerajain geothermal…
    di banyuwangi ada lho potensinya…
    ins A tahun 2009 akan dilelang…

  8. Yana Haryana berkata

    Tahun 92 saya pernah bekerja di Unocal Geothermal gunung salak, sebagai assisten geologis Bos saya Pak ALimin Ginting, masih disanakan beliau ?

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>