AM3THYST

Jangan Takut Gagal, Masih Ada Hari Esok

  • TERIMA KASIH

    Apa kabar? semoga baik2 saja. Senang sekali, anda bisa berkunjung ke blog saya ini. Kritik dan sarannya sangat saya harapkan. Karena akan sangat berguna buat saya untuk membuat blog ini menjadi berarti dan bermakna. Untuk itu, sebelumnya saya ucapkan terima kasih.
  • HASIL PENGEBORAN

  • EKSPLORASI

  • PENGEBORAN DATA

  • DISCLAMER

    Opini yang ditulis dalam blog ini adalah semata-mata opini pribadi saya dan tidak mewakili sikap atau pendapat organisasi atau institusi atau perusahaan yang berkaitan dengan saya langsung maupun tidak langsung. Saya tidak bertanggung jawab atas komentar, trackback dan pingback yang ditulis oleh pihak lain selain saya. Seluruh komentar, trackback dan pingback adalah tanggung jawab masing-masing pemiliknya. Saya akan memberikan informasi yang ada tentang penulis komentar, trackback dan pingback jika diminta secara hukum. Tulisan saya bisa memuat kutipan dari sumber lain. Saya tidak bertanggung jawab atas isi dari kutipan maupun tulisan yang saya kutip secara keseluruhan. Kutipan adalah milik dari pemiliknya masing-masing, dan digunakan dalam blog ini demi kemudahan pembacanya.

Profil Kota Pekanbaru

Ditulis oleh pr4s di/pada November 12, 2007

 

Masjid Agung PKU

Pekanbaru adalah ibukota Provinsi Riau yang terletak di tengah-tengah Pulau Sumatera. Sebagian besar hidup saya habiskan di kota ini. Di masa silam kota ini hanya berupa dusun kecil bernama Payung Sekaki yang terletak di pinggiran Sungai Siak. Dusun sederhana itu kemudian dikenal juga dengan sebutan Dusun Senapelan. Desa ini berkembang pesat, terlebih setelah lokasi pasar (pekan) lama pindah keseberang pada tanggal 23 Juni 1784. Terciptalah pasar baru yang identik dengan sebutan “pekan baru”, nama yang hingga kini dipakai untuk emnyebut Kota Pekanbaru. Sejak dulu kegiatan perdagangan telah ramai di kota ini. Sungai Siak yang membelah kota menjadi jalur pelayaran strategis ke dan dari beberapa kota pantai di Provinsi Riau dan juga luar Riau. Sungai ini juga punya peran penting sebagai jalur perdagangan antar pulau dan juga ke luar negeri terutama Malaysia dan Singapura. Letak kota pun strategis, berada di simpul segi tiga pertumbuhan Indonesia-Malaysia-Singapura, dan di jalur lalu lintas angkutan lintas timur Sumatera.

 

Pertama kali saya menginjakkan kaki di kota ini sekitar tahun 1992, tahun pertama saya menduduki bangku SMP. Saya ingat sekali saat itu Pekanbaru masih sebesar kota kabupaten seperti di pulau jawa. Oh tidak, saya rasa lebih kecil dari itu. Kota itu dahulu Cuma terdiri dari satu jalan protocol, yaitu Jalan Jenderal Sudirman. Hanya ada beberapa gedung pemerintahan yang cuma berlantai dua. Pasar tradisional bisa dihitung dengan jari dan tentunya belum ada mall pada saat itu. Jalan-jalan masih lengang, hanya terlihat beberapa kendaraan saja yang melintas. Di pagi hari saya masih bisa menikmati kabut dan embun pagi yang sejuk dan segar. Ah ingin sekali saya kembali ke masa itu.

 

Tapi saat ini Pekanbaru telah berubah menjadi kota yang berkembang pesat. Saya rasa hanya dalam beberapa tahun kedepan, Pekanbaru akan menjelma menjadi kota metropolitan, tak kalah dengan kota Medan di Pulau Sumatera ini. Saya tidak mengira ketika mudik tahun ini, pembangunan di Pekanbaru begitu pesat. Ada beberapa proyek besar yang sedang dalam tahap pembangunan, diantaranya dua gedung besar bersebelahan yang teletak di tengah kota, cukup mencolok bagi siapa saja yang melihatnya. Gedung baru untuk kantor gubernur dan gedung perpustakaan daerah.

 

Bercerta tentang kedua gedung ini, saya jadi ingin berkomentar tentang salah satu monumen histories yang berada di sekitar gedung kantor gubernur ini. Sebut saja monumen pesawat tempur. Saya tidak tahu, apa nama sebenarnya dari monumen ini. Selama saya tinggal di Pekanbaru, tak pernah saya mendengar nama resmi dari monumen ini. Saya sering bertanya kepada beberapa kerabat yang telah lama tinggal di kota ini tentang nama resmi monumen itu. Tak satupun dari mereka memberikan jawaban yang memuaskan. Jawaban mereka hampir sama, yaitu monumen pesawat tempur.

 

Monumen ini terletak di tengah-tengah Jalan Jenderal Sudirman dan berada di depan kantor gubernur. Monumen ini sepertinya memang berasal dari pesawat tempur asli. Tapi saya tidak yakin, melihat ukurannya yang tak begitu besar untuk ukuran pesawat tempur yang sebenarnya. Menurut saya monumen ini tak menarik sama sekali. Tapi cukup memiliki nilai seni dan nilai sejarah. Monumen ini sudah ada sejak pertama kali saya menjejakkan kaki di Pekanbaru. Seingat saya, dahulu monumen pesawat ini berwarna metalik dan masih orisinil. Bagus seperti itu menurut saya. Tetapi sekarng, warnanya cukup menggelikan. Apakah ada pesawat tempur yang berwarna kuning? Ide siapa yang mewarnai pesawat itu dengan warna kuning? Saya rasa sebagian besar warga Pekanbaru sadar akan kejanggalan itu. Ini terlihat dari komentar beberapa kerabat saya yang tak bedanya dengan komentar saya. Setiap kami melintas di sekitar monumen itu, pastilah gelak tawa yang terdengar.

 

Pesawat

Terlepas dari semua controversial itu, monumen ini telah dinobatkan oleh warga sekitar sebagai mascot kota pekanbaru. Pernah dulu monumen ini hendak dipindahkan ke depan musium daerah. Tapi banyak warga yang tidak setuju dengan gagasan itu dan akhirnya niat itu diurungkan oleh pemda. Ternyata masih ada suara warga yang didengar. Saya juga setuju dengan itu semua melihat nilai-nilai sejarahnya baik monumen itu tetap berada seperti apa adanya.

 

Pembangunan yang begitu pesat di kota pekanbaru membuat nmaa kota ini mulai dikenal ramai. Lihat saja apa yang tertera di wikipedia, cukup membanggakan. Tak sengaja jga saya menemukan itu di wikipedia. Berikut ini cuplikan yang saya ambil dari wikipedia.

8 Tanggapan ke “Profil Kota Pekanbaru”

  1. hendsmaster berkata

    Wuih… bisa dihitung kayaknya abang nggak terlalu lama di Pekanbaru. Sekarang dimana?, sesekali ke pekanbaru lagi bang karena Pekanbaru telah jauh berkembang bang sekarang…

    @ Sejak lulus SMA udah jarang ke pku, paling klo mudik lebaran aja. Sekarang saya menetap di Jakarta. Tapi ada juga keinginan untuk kembali ke pku, karena di jkt skr udah sumpek dan banyak polusi. Salam kenal ya.

  2. Yari NK berkata

    Wah, itu pesawat tempur MiG-17 ya?? Tapi keren juga loh, memang sayang ya sudah dicat kuning, coba dicat ungu! **halaah**
    Btw, saya belum pernah nih ke Pekanbaru?? Obyek yang bisa dikunjungi di mana aja ya?? Kapan2 deh saya ke Pekanbaru…. :D

    @ Kenapa ga di cat warna pelangi aja sekalian hehehehe…..
    Klo mau ke pku boleh saja, itu udah ada yg bersedia jadi guide
    *ngelirik ke arah Hendsmaster*

    • halim cutez berkata

      obyek wisata pekanbaru buanyak lho,,,, walau gw pendatang dari jakarta juga yang baru 5 bulan disini tp menyenangkan kok dsini,,, misalnya taman snow world, Perpustakaan yang megah,,,

  3. Gluk_gluk berkata

    Untuk informasi dan koleksi gambar lengkap Pekanbaru bisa klik di LINK di bawah ini ..
    http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=521721

    @ Terimakasih atas infonya.

  4. imam berkata

    Wah, bener banget itu, Bang. Abang harus balik lagi ke Pekanbaru aku aja yang baru dateng 1,5 tahun yang lalu aja terkesima. Pembangunannya yang gila2an untuk skala kota yang baru mulai tumbuh contohnya besok2 aja kota Pekanbaru akan punya banyak rumah sakit yang tinggi2, hotel dan apartemen yang tinggi pula bahkan tertinggi di Sumatra. N ada proyek yang bakal masuk Guinnes Book Record tapi sekarang dah jarang lagi terdengar meskipun dulu kontraktornya dah dipastikan, yaitu proyek jembatan terpanjang di dunia yang menghubungkan Dumai dan Malaka. Aku penasaran ada beritanya gak, Bang?

  5. Kris berkata

    Menurut ceritanya, pesawat itu merupakan pesawat tempur yang pernah terbang di atas Pekanbaru pada saat revolusi dulu. Terus, karena sesuatu hal, pesawat itu jatuh, mungkin karena diserang, dan jatuh di daerah tangkerang sana. mungkin itu yang dimaksud oleh pemerintah sebagai sejarahnya.

    Kabarnya monumen pesawat ini akan segera digantikan dengan monumen yang bernilai budaya melayu, seperti yg dipaparkan oleh pemko, ada dua monumen yang akan menggantikannya yaitu monumen Lancang Kuning dan Plaza Rentk Zapin. Dan komitmen pemko dalam membangun monumen mahal ini ialah ditunjuknya seorans maestro seni ukir dari Bali yang akan mengerjakan monumen tersebut.

    Kabar selanjutnya? kita tunggu saja… :)

  6. Sugeng berkata

    Keren sekali. Itu pesawat F86 Sabre, bukan Mig17. Bisa dilihat dari bentuk sayap belakangnya. Menurut tour guide saya, pesawat itu dicat kuning karena menurutnya itu pelesetan dari istilah Lancang Kuning, meskipun seharusnya Lancang berarti perahu, bukan pesawat terbang ha ha ha …

    Halaman Anda bagus sekali Bang! Terimakasih sudah susah payah menulis halaman ini.

    Saya suka sekali makan dodol durian Pekanbaru. Belum lagi makan rendang di Simpang Raya yang rasanya lebih enak dari restoran2 minang di Jakarta!

  7. gamping berkata

    tingkatkan terus pembangunan kota pekanbaru,terutama di pariwisatanya…..

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>