Apakah Engkau Telah Hadir Semalam ; Lailatul Qadar
Ditulis oleh pr4s di/pada Oktober 9, 2007
Semalam atau kemarin saya benar-benar mengalami hari penuh dengan peristiwa menarik. Apakah ini ada hubungannya dengan hal spiritual atau hanya peristiwa biasa saja, saya tidak tau. Saya hanya akan bercerita apa yang saya alami ini. Pembaca sekalian yang akan menilai ada apa sebenarnya.
Pagi itu indah sekali. Tak sengaja saya mendapati langit begitu indah. Matahari terbit di ufuk timur bersinar lembut kemerahan. Tak ada objek apapun yang menghalanginya muncul diatas horizon, hanya air laut saja yang tampak. Subhanallah indah sekali. Pagi itu juga laut serasa hening, senyap dan tenang. Tak ada angin dan ombak. Riak air laut tenang sekali, tak seperti biasanya ganas menggelora. Biru, begitu birunya seakan hendak memberitahukan kepada siapa saja bahwa ia sangatlah dalam penuh dengan misteri. Awan pun tak tampak menebal, tipis menghiasi langit pagi biru bersemu merah. Ada apakah gerangan? Apakah ini yang dinamakan tanda-tanda turunnya Lailatul Qadar? Semalam, oh subhanallah. Apa yang telah kuperbuat semalam? Tak ada.
Mengutip dari beberapa blog yang membahas tentang Lailatul Qadar, disni, disini dan disini. Bahwa kemunculan Lailatul Qadar adalah pada malam ganjil sepuluh hari terakhir Ramadhan dan seperti hadist berikut :
“Pada malam Laylatul Qadar itu tidak panas & tidak dingin, tidak
berawan dan tidak hujan dan tidak berangin, tidak juga terang dg bintang2,
tanda di pagi harinya adalah Matahari terbit bercahaya lembut.” (HR
As-Suyuthi dlm Jami’ Shaghir, di-shahih-kan oleh Albani dlm Shahihul Jami’,
XX/175, no. 9603)
Memang sejak semalam hingga pagi ini saya merasakan hening sekali. Tak panas dan tak dingin, tak ada angin dan tak ada ombak. Hanya hening, hening, hening. Ah alangkah meruginya, semalam tidak melakukan apa-apa selain bekerja. Jika memang benar semalam Lailatul Qadar turun, pasti sangatlah banyak rahmat dan berkat dan beribu kebaikan. Ah sudahlah, belum jodoh kali. Semua itu rahasia Allah, belum tentu juga malam itu Lailatul Qadar turun, bisa jadi besok atau kapan. Tak ada manusia yang tau.
Saya merasa tak ingin melewatkan moment indah dipagi itu. Saya ambil kamera handphone saya untuk mengabadikan pagi itu. Inilah hasil jepretannya. Bandingkan dengan foto sunrise di hari lain pada foto di bagian akhir post ini.
Setelah matahari jauh terbit, penyiksaan dimulai. Kebetulan saya kebagian untuk mengurus sample core pada saat itu. Dari pagi sampai tengah hari saya sibuk mengurusi sample ini. Dari memberi label sampai mengangkat core tube yang minta ampun beratnya. Mana lagi matahari bersinar terik siang itu. Dalam kesempatan lain saya sempatkan untuk melihat suasana laut saat itu. Yah laut masih tenang, langitpun cerah tak berawan. Saya melihat banyak sekali ikan-ikan yang mempir ke permukaan menyongsong cerahnya sinar matahari. Tak seperti biasanya, saya membatin.

Jernih air laut ditimpa sinar matahari dan arusnya yang tenang membuat saya bisa melihat beberapa meter kedalaman laut itu. Subhanallah, indah sekali ikan-ikan itu. Saya coba mengabadikannya, tapi ternyata kamera saya tidak cukup professional untuk mendapatkan hasil jepretan yang bagus. Coba liaht baik-baik, kelihatan tidak ikannya?
Jam 12 siang menjelang, bersamaan dengan usainya pekerjaan saya mengurusi core. Oh ya, core adalah contoh sample batuan yang berbentuk silinder yang diambil dari dalam sumur pada kedalaman tertentu. Bisa bermeter-meter panjangnya. Untuk memudahkan pengangkatan, core ini dipotong-potong satu meter satu meter. Benar-benar berasa puasa hari itu, kerja berat plus dijemur dibawah terik sinar matahari. Lengkap sudah penderitaan.
Dua hari lagi saya akan meninggalkan tempat ini untuk berkumpul dengan sanak keluarga yang telah menanti jauh disana. Ah tak sabar rasanya ingin pulang. Tapi aneh, ketika hendak pulang, timbul rasa sayang pada tempat ini. Bergaul selama sebulan dengan orang-orang disini telah menumbuhkan rasa kekeluargaan. Saya merasa mereka juga saudara-saudara saya. Tak apalah, jika umur panjang, kita akan bertemu kembali, bekerja dan bercanda bersama. Sampai jumpa lagi sobat.










Yari NK berkata
Ciiiyeeee…. yang dapet Lailat-ul-Qadr beda ni yeee… Tapi kalau malemnya nggak ibadah ya sama aja oblong dong! Kan yang penting malam Lailat-ul-Qadr ibadahnya, bukan fenomenanya!
@ Emang kerja itu bukan termasuk ibadah ya? Sy mau tanya kang; tanda2 orang yg dapat Lailatul Qadar itu apa?
erander berkata
Subhanallah .. semoga Allah mengampuni dosa2 kita. Amien.
@ Amien.
Sq berkata
Gambarnya bener bener bagus ?! Mas/Pak pr4s ini merangkap fotografer ya? h3w
.
Kalau Lailatul Qadr, kayaknya turun di tempat saya mas ?? he..1000x “Geer+Narciss” met Idul Fitri ya..
Maaf lahir batin – sucikan hati – di hari yang fitri
@ Terimakasih. Sy bukan fotografer, cuma hobi foto. Sayang, kamera sy cuma kamera HP.
**Berhayal dikasih kamera prof**
Selamat Idul fitri jg, Mohon maaf lahir batin ya
funkshit berkata
iyoo kemarin emmang hening.. sepiii sekali (sudah pada mudik soale
)
waa.. kemarin malam asya juga ngga ibadah.. taun depan ngasih tau lailatul qadr nya ..sehari sebelumnya yak
@ Mudah-mudahan kita semua dapat merasakan mendapatkan Lailatul Qadar, Amin
Yari NK berkata
Begini ya mas pr4s
, saya menafsirkannya tanda2 Lailat-ul-Qadr seperti yang mas pr4s gambarkan di atas adalah tanda2 batiniyah bukan tanda2 lahiriyah yang berbau ‘mistik’ seperti matahari sejuk, angin sepoi2 dsb. Saya percaya ketenangan hati, kelembutan dan kesejukan bathin itulah yang direpresentasikan seperti hadits di atas!
sayang(hooooek!)Bekerja ya bisa juga ibadah, tergantung niatnya kan? Kalau niatnya sekalian ibadah ya pasti adalah niat ibadahnya, kalau niatnya cuma cari duit dan takut dipecat yaaa…. begitu deh!
Btw, lailat-ul-Qadr itu kan dicarinya dari awal bulan, dicari keikhlasan beribadahnya dari awal bulan, bukan hanya pada saat malam itu saja, bener nggak?
PS:
Udah pantes jadi ustadz belum ya gue??
@ Iya setuju kang, yang saya utarakan itu juga blm pasti kan…. Itu semua masih rahasia ALLAH.
jefri berkata
boleh g mas saya berenag di laut nya mas itu g,hehehehe,kalau boleh saya buka baju dulu ya mas,g apa2 nie mas saya berenang di laut punya mas,hihihi masalah nya laut mas cantik sih,jadi kepengen coba,hihihihihi
@ Bebas kalau mau berenang, laut itu masih dikawasan Indonesia kok dan bukan laut saya. Paling juga klo kamu nyemplung disitu bakal ditangkep ama SAR.
nunkar nankir berkata
menurut pengamatan dan pengalaman saya mengenai lailatul qadar :
1. turunnya hujan
2. setelah hujan langit cerah penuh dengan bintang
3. perjalanan al-buruuj (gugusan bintang) seakan-akan terbalik
4. suasana sangat tenang dan hening
5. tidak ada suara lolongan anjing
6. angin tidak berhembus
7. cuaca tidak terlalu dingin tidak terlalu panas
8. pagi harinya matahari bersinar dengan cahaya putih, tidak silau dipandang mata
9. beribadah pada malam itu sungguh nikmat, berbeda dengan malam-malam biasanya
pencapaian lailatul qadar bukanlah hanya tertuju kepada perubahan alam semesta, karena semua orang bisa melihat sesuatu yang luar biasa dari alam semesta. bahkan pada zaman rasulullah orang-orang dapat melihat secara langsung mukjizat yang diberikan oleh Allah kepada Rasullullah, contohnya seperti terbelahnya bulan pada saat itu. tapi apa yang terjadi? masih banyak orang yang kafir bahkan mengatakan itu adalah sihir yang dilakukan oleh rasulullah.padahal mereka melihat dengan mata dan kepala mereka sendiri. itulah orang-orang kafir.
pencapaian lailatul qadar terletak kepada tingkat keimanan seseorang, semakin bersih hatinya semakin dapat pula merasakan nikmatnya cahaya Allah.
pencapaian lailatul qadar hanya dapat dirasakan melalui hati/batin. hanya orang-orang yang terbiasa membersihkan hatinyalah yang dapat merasakan.
Wallahu’alam
akhmad bisri berkata
subhanallah
handoko berkata
saya justru punya pengalaman menakjubkan di malam 1 syuro atau nisfu sya’ban tahun 2003. waktu itu saya sakit lebih dari 2 minggu hingga tak dapat bekerja/masuk kantor. hingga saya harus diboyong kerumah orang tua oleh istri. setelah menjalani pengobatan hari demi hari makin membaik…. waktu sakit itulah saya berkesempatan membaca alqur’an setiap terbangun dari tidur atau ba’da sholat. suatu malam saya tidak bisa tidur sama sekali, dan anehnya air mata ini selalu mengalir.. tiada henti, sementara istriku tetap lelap tertidur tak terusik. hati ini hanya tergerak pada alqur’an saja. saya baca lagi-baca.. baca terus sampai seolah saya dipaksa untuk mengkhatamkannya malam itu. ketika lelah saya hendak terbaring tapi mata ini tertuju pada alqur’an lagi dan terus begitu hingga pukul 4.30 subuh ( saat itu subuh pukul 4.55).. baru saya dapat tertidur dalam tangisan. dan terbangun kembali saat adzan subuh dengan kesehatan yang luar biasa dan ’subhanallah’ tanpa rasa kantuk sedikit pun. sampai sya berangkat kekantor pg itu hingga sore hari badan bugar tak ada keluhan penyakit saya.. setelah itu saya berpikir ada apa malam itu?? karena pada saat kejadian saya tidak mengerti apap-apa, karena yang saya tahu cuma nikmatnya membaca alqur’an. dan mohon maaf sebelumnya saya tidak pernah mengikuti perkembangan apa itu nisfu sya’ban, malam 1 syuro… ketika saya hitung dan dengar dari perbincangan orang barulah saya tahu ketika itu terjadi adalah malam nisfu sya’ban… semoga Allah selalu memberikan hidayahnya kepada kita semua amin