KETIKA JAUH DARI RUMAH
Ditulis oleh pr4s di/pada September 21, 2007
Apa yang akan kita lakukan jika berada jauh dari rumah dalam waktu yang lama? Hal-hal semacam ini tak akan terfikirkan sebelumnya jika kita belum merasakan langsung. Mungkin kita akan berencana untuk melakukan sesuatu yang bisa kita persiapkan sebelum meninggalkan rumah. Tapi bagaimana jika kondisi sebenarnya tidak seperti yang kita bayangkan sebelumnya?
Sudah seminggu lebih saya berada di Laut Lepas in, bekerja untuk masa depan. Pukul 10 pagi alarm berdering, suaranya membangunkan saya dari mimpi indah. Rasanya tidur belum cukup sejak semalam. Saya harus bergegas dan bersemangat bangkit, mengumpulkan nyawa sejenak dan langsung menuju kamar mandi. Sulit juga turun dari dipan tingkat dua begini. Kamar saya terdiri dari dua dipan tingkat yang bisa ditiduri oleh dua orang tiap dipannya. Dua teman sejawat saya sedang bertugas, jadi dipannya kosong. Seorang lagi sedang membersihkan diri di kamar mandi. Kamar mandi disini tidaklah seindah dirumah. Semua jadi satu berkumpul mandi bersama. Saya segera menuju bilik kecil disudut ruangan hendak melepas hajat, tuntutan alam. Hanya mengenakan handuk dibadan dan peralatan mandi, selepas membuang hajat, saya berkaca di wastafel sambil menggosok gigi. Duh wajah saya kusut sekali. Tak apalah, setelah mandi toh akan segar kembali. Shower-shower dibelakang saya mendesis menandakan ramai orang sedang mandi. Selesai menggosok gigi, saya bergegas ke shower bergabung dengan yang lain. Saya putar tuas shower pelan-pelan. Saya pilih air yang hangat. Ah nikmat sekali rasanya. Sengaja saya berlama-lama menikmati hangatnya air shower. Beberapa orang asyik ngobrol sambil mandi. Ah mereka berisik sekali. Saya tak peduli dengan mereka dan terus menggosok tubuh dengan sabun. Hampir setengah jam saya mandi. Cukup lama juga. Keluar dari kamar mandi, saya sudah merasa segar siap tempur.
Baju tempur saya biasa disebut coverall, warna orange ciri khas dari perusahaan saya. Banyak warna coverall di sini tergantung dari masing-masing perusahaan. Di rig ini tidak hanya satu perusahaan saja. Operator migas mengadakan tender untuk pemboran lepas pantai kepada beberapa service company. Perusahaan-perusahaan ini terdiri dari multi fungsi tergantung kebutuhan si Operator migas. Mulai dari perusahaan yang menyewakan rig beserta isinya termasuk akmodasi dan crew-nya sampai urusan catering ada perusahaannya sendiri-sendiri. Kebetulan perusahaan saya bergerak dibidang Mud Logging atau dalam pengertian yang mudah adalah, Data Unit. Masih banyak lagi service company yang lain, seperti yang ngurusi mata bit, casing, semen, wireline logging, safety, catering, dan lain-lain.
Biasanya sebelum tempur saya makan dulu di ruang makan, yang populer disebut dengan galley. Tapi kali ini saya sedang berpuasa, jadi saya menuju ke recreation room dulu sembari menunggu waktu masuk kerja. Di recreation room terdapat TV flat 40-an inchi, gede banget yak. Saya nonton acara dari tv kabel setempat. Ah tak ada yang menarik acara tv pada saat itu. Ah mendingan saya online saja, update blog pikir saya. Maka saya bergegas ke pintu keluar. Oh ya, bekerja disini, keselamatan nomor satu, safety first. Itu motto yang tak henti-hentinya disuarakan. Jadi semua harus safety. Seperti halnya baju coverall merupakan salah satu syarat keselamatan disini. Basic alat keselamatan di rig minimum adalah, baju coverall (fire proof atau tidak tergantung kebutuhan), Safety shoes, safety google dan safety helmet. Itu semua biasa disebut sebagai Personal Protective Equipment (PPE). Semua memiliki life time dan massa kadaluarsa. Kalau ketahuan keempat alat tersebut yang kita gunakan telah expired, wah bisa jadi masalah dan berimbas record buruk terhadap perusahaan saya. Jadi ketika hendak kerja atau bisa dibilang memasuki area wajib PPE, maka peraturan itu harus diikuti, jika tidak bisa kena peringatan dan akan dibahas pada rapat harian.
Sebelum meninggalkan daerah akomodasi, saya mengenakan sepatu, kacamata dan helm, tentunya yang memenuhi standard safety disini. Langsung saja saya menuju Unit tempat saya kerja. Istilah unit disini adalah kontainer yang berukuran, wah berapa ya ukurannya. Ya kira-kira seukuran kontainer peti kemas ukuran menegah-lah. Nah kontainer itu disulap jadi mini office, lengkap dengan meja kursi, listrik, AC, dll. Semua alat-alat sensor yang berada di beberapa area rig, terhubung dan terpusat di unit ini. Lihat gambar disebelah. Kurang lebih seperti itulah tempat saya bekerja. Rame ya banyak monitor-nya. Di belakang saya, ada alat-alat yang sangat rumit, seperti di NASA sono.
Ketika memasuki Unit, teman sejawat saya menyambut dengan suka cita, menandakan waktu kerjanya yang hampir usai. Ah saya pikir, ini belum saatnya saya kerja, jadi saya bisa online dulu update blog saya. Blog di WP ini emang rada ribet. Ah tak peduli, yang penting saya tetap bisa menggunakannya walau terbatas. Seiring dengan waktu, saya yakin saya akan terbiasa juga menggunakan WP ini. Asyik mengetik tik tak tik tak, temen saya memberi tanda kalau waktu kerjanya telah usai. OK, I’m coming.
Operasional rig sekarang sedang drilling 12.25 inch section dengan kedalaman sekitar 3500 meter dari rotary table. Tak begitu banyak pekerjaan yang akan saya hadapi jika sedang drilling seperti ini. Tapi saya harus tetap waspada dan selalu memonitor apa yang terjadi dengan sumur ini. Karena hal-hal yang tak diinginkan bisa terjadi kapan saja. Nah itulah gunanya monitor-monitor yang berjejer itu. Sepertinya saya perlu menerangkan operasional-operasional yang terjadi di rig pada halaman khusus blog ini. Banyak sekali istilah-istilah yang orang awam tidak gampang untuk mengerti.
Shift kerja kami terdiri dari tiga orang yang bekerja sebagai team, mulai dari pukul 12 siang dan berakhir 12 malam (12 jam kerja). Posisi-posisi kerja dari level bawah keatas, terdiri dari sample catcher, mud logger dan data/pressure engineer. Saya sebagai mud logger. Kerja mud logger tidak begitu sulit, selain memonitor sumur, juga mendeskripsikan cutting (sample) yang keluar dari sumur, membuat master log dan maintenance sensor-sensor di rig. Mudah kan…. Oh ya satu lagi, bikin report tiap 12 jam sekali ke client.
Pukul enam lewat lima belas menit waktu berbuka tiba. Saling bergantian kami pergi berbuka ke galley. Jika sedang operasional begini, unit tidak boleh ditinggalkan tanpa seorangpun. Kegiatan monitoring ini harus dilakukan terus menerus.
Dua belas jam berlalu tanpa terasa. Saya akhiri pekerjaan saya dengan membuat report dan menyerahkannya ke client. Setelah itu teman saya meneruskan pekerjaan saya selanjutnya. Saya pikir, sebelum masuk area akomodasi, tidak ada salahnya saya update blog lagi. Mumpung ada akses internet gratis. Ternyata menulis blog di WP ini bikin ketagihan juga. Sejam kemudian saya sudah berada di ruang akomodasi untuk makan malam dan bebersih. Nah waktu luang begini saya bingung harus melakukan apa. Biasanya saya main ke gym sebentar, trus nonton tv, trus begaul ngobrol dengan crew-crew dari perusahaan lain memperluas relasi siapa tahu ada manfaatnya dimasa depan. Selain itu tak ada lagi yang bisa saya lakukan, paling juga baca buku, trus tidur. Kegiatan ini terus berulang sampai 4 minggu. Untuk 2 minggu pertama disini mungkin saya bisa tahan, tapi untuk 2 minggu berikutnya serasa waktu berjalan lambat sekali.
Rumah serasa indah di hayal. Teringat keluarga dan orang-orang terdekat yang menanti jauh disana.
Apa yang akan anda lakukan jika berada pada posisi seperti saya?











erander berkata
Jadi ingat waktu abang di barak tentara ikut diksar MAPALA hehehe ..
Oya Pras .. ternyata, lo tu ya .. jago nulis. Suer. Ngalir dan lancar. Come on .. terus menulis ya. Soal WP mah, lebih mudah dari pada blog yang lain – menurut abang loh.
@pr4s: Ah masa sih bang? hehehe jadi malu nih. Apa bahasa dan pemilihan kata yang saya gunakan mudah dimengerti atau tidak? BTW, makasih ya bang atas supportnya. I’ll keep trying the best.
Nesiaweek berkata
Yup, setuju dgn Pak Eby. Detilnya sangat kuat. Serasa sy sedang membuntuti Anda di rig, minute by minute.
@
beratz berkata
Itu yang tidak saya punyai yaitu tutur penulisan yang detail.
Sungguh….. makanya saya belajar disini untuk mencoba belajar cara menulis yang bisa dimengerti oleh pembaca awam maupun oleh teman sejawat para blogger.
@ Ya mas, kita sama-sama belajar. Coba deh, banyak2 baca novel. Perhatikan bagaimana si penulis mendeskripsikan sesuatu. Seperti pd blog-nya padhe rovicky Misalnya nih klo ketemu cewek, coba perhatikan dia pake baju apa, bajunya warna apa, modelnya spt apa (modist, sederhana, girly, dll), mas suka dgn bajunya ga, trs rok/celananya deskripsikan jg, kemudian rambutnya dll dll dll banyak kan. Oh ya bisa juga disisipi dgn komentar atau perasaan mas ketika melihat dia, kemudian setelah berbicara dgn dia, kemdian setalah berpisah dgn-nya…. Wah bercerita ttg cewek itu sj bisa menghabiskan berhalaman-halaman. Coba ya
Andi rahmat berkata
Salam kenal,
Wah asik ya…..di tengah laut,kayanya setiap hari memandang ikan dan laut lepas,
kalau boleh tau..offshore di laut mana ?
oke deh..,sukses selalu yah..,menatap masa depannya.thanks.
Salam HSE…
Andi Rahmat.
@ Ya disini ada suka ada dukanya juga mas. Tidak selalu suka. Sekarang ada di perairan Papua. Mas dari safety departement ya? Salam kenal.
rully berkata
Cerita anda menarik dan cukup simple, anda lebih berpengalaman dari saya, tapi hal-hal sperti ini sudah sering kita rasakan alias sebagai pencari migas. Saya ingin kita bisa sharing dan bisa saling berteman. saat ini saya juga dalam proyek explorasi seismic didaerah teluk berau papua. saya tunggu komentar dari anda. Thanks….