Apa yang akan kita lakukan jika berada jauh dari rumah dalam waktu yang lama? Hal-hal semacam ini tak akan terfikirkan sebelumnya jika kita belum merasakan langsung. Mungkin kita akan berencana untuk melakukan sesuatu yang bisa kita persiapkan sebelum meninggalkan rumah. Tapi bagaimana jika kondisi sebenarnya tidak seperti yang kita bayangkan sebelumnya?
Sudah seminggu lebih saya berada di Laut Lepas in, bekerja untuk masa depan. Pukul 10 pagi alarm berdering, suaranya membangunkan saya dari mimpi indah. Rasanya tidur belum cukup sejak semalam. Saya harus bergegas dan bersemangat bangkit, mengumpulkan nyawa sejenak dan langsung menuju kamar mandi. Sulit juga turun dari dipan tingkat dua begini. Kamar saya terdiri dari dua dipan tingkat yang bisa ditiduri oleh dua orang tiap dipannya. Dua teman sejawat saya sedang bertugas, jadi dipannya kosong. Seorang lagi sedang membersihkan diri di kamar mandi. Kamar mandi disini tidaklah seindah dirumah. Semua jadi satu berkumpul mandi bersama. Saya segera menuju bilik kecil disudut ruangan hendak melepas hajat, tuntutan alam. Hanya mengenakan handuk dibadan dan peralatan mandi, selepas membuang hajat, saya berkaca di wastafel sambil menggosok gigi. Duh wajah saya kusut sekali. Tak apalah, setelah mandi toh akan segar kembali. Shower-shower dibelakang saya mendesis menandakan ramai orang sedang mandi. Selesai menggosok gigi, saya bergegas ke shower bergabung dengan yang lain. Saya putar tuas shower pelan-pelan. Saya pilih air yang hangat. Ah nikmat sekali rasanya. Sengaja saya berlama-lama menikmati hangatnya air shower. Beberapa orang asyik ngobrol sambil mandi. Ah mereka berisik sekali. Saya tak peduli dengan mereka dan terus menggosok tubuh dengan sabun. Hampir setengah jam saya mandi. Cukup lama juga. Keluar dari kamar mandi, saya sudah merasa segar siap tempur. Baca entri selengkapnya »









